Rumah Tusuk Sate Secara Bisnis Menguntungkan


Sering ditimpa musibah, angker, sial, dan mengandung hawa panas. Begitulah mitos mengenai rumah tusuk sate yang hingga saat ini masih dipercaya sebagian masyarakat kita. Akibatnya beberapa orang sampai takut jika harus tinggal di dalamnya. Rumah tusuk sate merupakan rumah dengan posisi layaknya huruf T.
Beberapa website pun menuliskan akan mitos rumah tusuk sate. Salah satunya yang tertulis pada website allyoucanhere.blogspot.co.id. Dimana salah satu kalimat yang tertulis adalah rumah tusuk sate sering ditimpa musibah, angker, sial, mengandung hawa panas, dan sebagainya.
Tapi demikian dari artikel yang tertulis tersebut, tidak semuanya benar. Tidak semua rumah tusuk sate mengandung aura negatif.
Hal inilah yang kemarin disampaikan oleh ahli fengshui Malang Hariadi. Kepada Malang Post, Hariadi mengatakan rumah tusuk sate sama seperti rumah-rumah pada umumnya.
”Siapa bilang rumah tusuk sate tidak boleh, atau jelek? Rumah ini justru banyak mengundang rizki,’’ katanya.
Hariadi mengatakan, rumah tusuk sate memiliki aura jelek hanya mitos belaka. Sehinga jika ada warga yang sudah tinggal di rumah dengan posisi tersebut, tidak perlu diambil hati.
”Kalau secara bisnis jelas menguntungkan. Karena rumah itu akan bisa langsung terlihat, baik dari arah kanan-kiri maupun depan. Dan ini akan mengundang banyak rizki,’’ urainya.
Seiring dengan kabar rumah tusuk sate kerap disenangi mahluk halus, Hariadi pun tersenyum. Dia mengatakan jika rumah tusuk sate jendelanya jarang dibuka, sehingga dalamnya gelap. Kegelapan inilah yang membuat aura negatif muncul. Tapi jika pintu rumahnya didesain menarik dan jendelanya kerap dibuka, maka rumah itu akan banyak mendatangkan rizki juga.
Begitu juga dengan mitos bencana. Dikatakan Hariadi tidak ada kejadian itu. Sebaliknya, dia menyebutkan rumah yang tidak tusuk sate pun dapat memunculkan aura negatif. Dan penghuninya kerap mendapat masalah.
”Fengshuinya yang harus dihitung untuk menghuni rumah. Ada perhitungan yang logis terkait dengan posisi rumah, jadi ya tidak semua rumah tusuk sate itu membawa aura negatif,’’ urainya.
 Tapi demikian, Hariadi tidak menampik jika untuk menghuni rumah diperlukan dengan penghutungan. Penghitungan itu harus dilakukan dengan benar, sehingga menemukan hunian yang nyaman.
”Tubuh manusia membawa aura, rumah pun demikian. Aura itulah yang dicocokkan, sehingga antara penghuni maupun rumahnya dapat menyatu,’’ tambahnya.
Menurut Hariadi, tidak perlu risau kepada seseorang yang akan menempati rumah tusuk sate. Karena tidak semua rumah tusuk sate tidak layak ditinggali, atau memiliki aura negatif.(ira/jon)

Berita Lainnya :