Biskuit Mudah Terbakar, Tak Berarti Mengandung Lilin dan Plastik

Belum lama ini, di awal bulan Juli kita tentunya pernah bahkan sering melihat video yang menampilkan makanan, seperti biskuit, kerupuk hingga bihun yang jika terkena api akan mudah terbakar. Terlebih disertai narasi yang menyatakan bahwa biskuit tersebut mengandung lilin dan plastik. Video tersebut, belum lama ini juga muncul di grup-grup WhatsApp dan media sosial lainnya kemudian dishare kembali lebih masif oleh khalayak.
Namun setelah dikonfirmasi oleh Malang Post, ternyata kabar tersebut hoax. Hal tersebut ditegaskan oleh Kepala Seksi Penyidikan BPOM Surabaya, Siti Amanah. Ia menjelaskan jika video tersebut ternyata tidak sepenuhnya benar. Tidak semua makanan yang bisa terbakar serta merta mengandung lilin dan plastik. 
Siti mengungkapkan, seluruh makanan dengan kadar air rendah bisa terbakar. "Sangat kecil kemungkinan makanan tersebut mengandung plastik, kecuali dinyatakan berbeda oleh laboratorium. Apalagi, BPOM mewajibkan seluruh produsen makanan untuk memenuhi ketentuan yang berlaku," ujar Siti saat dihubungi Malang Post.
Selain itu, guna menghindari berbagai dugaan yang belum jelas kebenarannya, BPOM telah memberi penjelasan soal makanan yang mudah terbakar. Dan ditegaskan dalam rilis resminya belum lama ini yang menegaskan bahwa, produk pangan yang mudah terbakar tidak lantas langsung membuktikan bahwa produk tersebut mengandung plastik atau lilin. 
"Kita tegaskan sekali lagi, jika rilis BPOM yang terbit Maret lalu telah menjelaskan bahwa makanan dengan kadar lemak atau minyak atau air yang rendah, apalagi jika bentuknya tipis memang bisa terbakar. Akan tetapi hal ini tidak membuktikan bahwa makanan tersebut mengandung lilin atau plastik," tegasnya.
Ditambahkannya, untuk membuktikan ada atau tidaknya kandungan plastik atau lilin, diperlukan adanya penelitian lebih lanjut dengan uji laboratorium. BPOM juga menjamin bahwa produk yang disebut mengandung lilin atau plastik dalam video yang beredar sudah lulus uji kandungan makanan dan tidaklah mengandung lilin.
"Kita juga mengimbau, sebagai badan perlindungan dan pengawas terhadap masyarakat di bidang obat-obatan dan makanan, BPOM terus melakukan pengawasan terhadap kemungkinan beredarnya produk yang tidak memenuhi syarat," paparnya.
Dengan maraknya berbagai isu yang membuat masyarakat ketakutan, khusunya di bidang obat dan makanan. Ia berharap masyarakat tidak langsung panik dan mempercayai informasi yang beredar cepat di sosial media. Dan diimbau untuk langsung menghubungi contact centre BPOM atau lembaga perlindungan konsumen terdekat.(mg20/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :