Mandi Malam, Bisa Rematik?



Aktivitas mandi di malam hari, dianggap tidak bagus untuk kesehatan. Mitos mengatakan, jika mandi di malam hari akan meningkatkan resiko penyakit rematik sehingga orang tua kerap kali melarang anaknya untuk mandi saat malam hari. Padahal, dalam pandangan medis, tidak melulu mandi di malam hari yang akan membuat seseorang rentan terkena penyakit rematik.

Alfin Abdullah S.Kep, Ners, Asisten Dokter Arema FC mengatakan, jika pandangan tersebut tidak sepenuhnya salah, tetapi juga tidak dibenarkan. Sebab, dengan catatan tertentu, mandi di malam hari sangat dianjurkan untuk kesehatan, bahkan membantu metabolisme tubuh.
"Kalau habis aktivitas atau bekerja, lebih sehat ditutup dengan membersihkan badan atau mandi. Sebab, ketika sudah mandi, akan membantu kinerja organ tubuh dengan menghilangkan bau asam atau keringat," ujarnya.
Lantas, ia menuturkan, jika memang setelah beraktivitas selesai di atas pukul 17.00 WIB, lebih baik memilih mandi dengan air hangat. Akan ada banyak manfaat yang dirasakan dan membuat rileks tubuh seseorang.
"Saat mandi, pori-pori akan terbuka. Jika kita mandi dengan air hangat, maka kinerja otot akan dibantu dengan aliran air yang hangat. Efeknya, tubuh akan terasa rileks bahkan membuat seseorang cepat tertidur," beber dia kepada Malang Post.

Setelah itu, efek akan terasa keesokan harinya. Badan yang terasa pegal di hari sebelumnya, akan berkurang karrna seseorang tertolong istirahat dengan lebih cepat. "Air hangat itu biasanya juga dipakai terapi. Bagus untuk kesehatan, jadi kalau malam hari lebih baik yang dipilih adalah air hangat," jelasnya.
Sebaliknya, mandi malam hari menimbulkan rematik, akan menjadi benar jika seseorang memilih membersihkan badan dengan air dingin. Air yang masuk ke dalam pori-pori kulit, akan masuk pula ke aliran otot. Dari sana, jika terus menerus dilakukan, maka otot dan tulang akan terasa ngilu.
"Itu yang dinamakan rematik. Jadi, itulah sebabnya dulu orang tua sering melarang anaknya mandi kalau sudah gelap," tambah dia.
Namun, Alfin mengatakan, faktor lain yang menyebabkan rematik adalah gaya hidup dan keturunan. Hidup tidak sehat, seperti kurang olahraga juga bisa menjadi salah satu penyebab. "Biasanya faktor genetik juga bisa membuat orang terkena rematik. Tetapi, paling sekitar 10 persen pengaruhnya," terangnya.
Lantas untuk menghindari rematik, terutama ketika nanti sudah berusia di atas 40 tahun, ia menyarangkan untuk seseorang bisa memilih mandi sebelum pukul 17.00 WIB. Seandainya menang tidak memungkinkan karena aktivitas atau pekerjaan, jika di atas pukul 17.00 WIB, pilihan terbaik adalah mandi dengan air hangat. (ley/jon)                      

Berita Terkait

Berita Lainnya :