Minum Teh Celup Boleh, Asal Ada Tanda BPOM

Teh merupakan tanaman yang daunnya dapat dijadikan minuman. Mengandung banyak zat, dan minum teh bermanfaat bagi kesehatan. Beberapa artikel pun banyak menulis tentang manfaat teh. Seperti yang tertulis di manfaat.co.id, sediktinya ada tiga manfaat minum teh.

Yakni pertama, teh dapat melunturkan lemak. Kandungan essential oil yang ada pada teh dapat melarutkan lemak dan melancarkan pencernaan. Teh juga dapat mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke. Kandungan polifenol pada teh dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dan tekanan gula darah, yang merupakan salah satu penyebab dari penyakit jantung dan stroke. Gumpalan darah yang tidak diinginkan terbentuk dari kolesterol, dalam jumlah besar akan menyebabkan serangan jantung dan stroke. Kandungan flavonoid quercetin, kaempferol, dan myricetin pada teh dapat menurunkan tekanan darah dan pengerasan arteri yang berbanding lurus kesehatan jantung. Lantaran berbagai manfaat itulah produsen pun banyak menjual teh dengan beragam bentuk kemasan. Bahkan diantaranya juga menciptakan teh celup. Tapi demikian, seiring dengan perkembangan tersebut ada kabar yang meresahkan terkait perkembangan teh celup. Bahkan beredar kabar minum teh celup tidak baik dengan kesehatan. Itu karena pembungkus dari teh celup ada kandungan plastik dan pipa PVC. Bahkan, bahaya minum teh celup tersebut juga beredar luas di sosial media. Bahaya minum teh celup itupun dibantah oleh Ka Instalasi Promosi Kesehatan RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang, Ayu Bulan Febry K D, SKM. "Lho kabar dari mana itu teh celup berbahaya bagi kesehatan," katanya. Sejauh ini teh celup yang dijual dan beredar telah diuji Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM). Sehingga dengan telah ada pengujian tersebut maka tidak mungkin ada kandungan bahan berbahaya pada teh celup. "Kalau ada kandungan yang berbahaya kan tidak mungkin dibiarkan," tambahnya. Kendati demikian, Febry begitu dia akrab disapa kabar tersebut juga tidak boleh diremehkan. Terlebih jika ada banyak teh celup yang beredar tanpa melalui pengujian. Sehingga, menurut Febry penting kiranya masyarakat lebih dulu membaca kandungan teh celup sebelum membeli. "Kalau tidak ada tanda BPOM, ya tidak perlu dibeli, cari yang sudah melalui uji," urainya. Selain itu yang perlu diperhatikan kata adalah aturan penyajian. Menurutnya, hampir semua teh celup memiliki aturan penyajian. Contohnya, tidak membiarkan teh dalam waktu yang lama di dalam air panas, karena akan terjadi reaksi kimia dan itu membahayakan kesehatan. "Ya itu saja sich. Pada intinya, masyarakat harus lebih smart, dan tidak langsung mengkunsumsi. Lebih dulu diperhatikan aturannya," tandas wanita yang juga pengurus PPPKMI Malang Raya ini. (ira/udi)

Berita Terkait

Berita Lainnya :