Obat Nyamuk Semprot Sebabkan Kebakaran

Akhir-akhir ini beredar luas tentang kabar broadcast terkait bahaya mengunakan obat nyamuk di sekitar kompor bisa menyebabkan kebakaran. Kabar tersebut didukung dengan adanya pernyataan bahwa seorang ibu rumah tangga tewas akibat luka bakar. 
“Kronologinya, kompor gas menyala saat memasak. Ibu tersebut melihat kecoa berada di cucian piring dekat kompor. Secara naluri dirinya mengambil semprotan pembunuh serangga lalu disemprotkan. Tiba-tiba terjadi ledakan! Dalam waktu singkat tubuh wanita malang tersebut diselimuti api, terbakar dengan kondisi luka bakar 65 persen. Sang suami mendengar ledakan bergegas menghampiri dan mencoba untuk memadamkan api. Namun pakaiannya ikut terbakar. Dan pada akhirnya ibu itu meninggal saat dilarikan ke rumah sakit,” demikian cuplikan isi broadcast itu.
Dosen Kimia UB, Akhmad Sabarudin mengatakan, kejadian seperti yang disiarkan lewat pesan braadcast tersebut bisa saja terjadi. Pasalnya pembasmi serangga mengunakan  gas hidrokarbon yang dicairkan dan biasanya menggunakan gas propane atau aerosol.  Gas-gas ini mudah terbakar pada temperatur dan tekanan normal. 
“Tentu saja ketika kena api, menjadi pemicu kebakaran. Apalagi dalam broadcast tersebut dinyatakan bahwa ibu-ibu itu menyemprotkan obat pembasmi serangga pada kompor yang menyala,” kata Sabar sapaan akrab Akhmad Sabarudin.
Namun kesalahan sebenarnya bukan semata-mata pada obat nyamuknya. Belajar dari kasus itu, dia meminta agar para penguna obat nyamuk semprot memperhatikan bentuk peringatan kepada konsumen,yang biasanya tertera di belakang kemasan.  “Produk aerosol dengan propelan hidrokarbon ditandai dengan lambang nyala api (dengan atau tanpa tulisan "Flammable", dan latar belakang merah), Jadi konsumen harus berhati-hati mengunakannya,” tuturnya. 
Sedangkan produk aerosol yang menggunakan propelan berupa gas yang tidak mudah terbakar seperti nitrogen, nitrogen oksida, udara atau karbon dioksida, ditandai dengan lambang berlatar belakang warna hijau. 
Untuk menghindari kebakaran, jangan letakkan produk aerosol berpropelan hidrokarbon di dekat sumber panas atau nyala api. Seperti sinar matahari langsung, kompor, oven, lilin, atau lampu. “Selain itu, jangan membuang kaleng bekas semprotan ke dalam pembuangan sampah tradisional di halaman rumah Anda. Karena berisiko terjadi ledakan saat sampah dibakar,” tandasnya. (yun/nda)
 

Berita Terkait

Berita Lainnya :