Soda Susu Tak Bisa Bersihkan Racun Rokok

BAGI perokok berat, ada anggapan bahwasanya dengan meminum susu dicampur soda, dapat membersihkan racun yang ada di dalam paru-paru. Apalagi banyak informasi yang menyebutkan minuman soda campur susu dapat menghilangkan nikotin di paru-paru. Sehingga, bagi perokok selalu minum minuman itu untuk menghilangkan racun.

Padahal faktanya meminum minuman susu dicampur soda, malah berbahaya bagi tubuh kesehatan si perokok berat tersebut. Apalagi menurut medis, meminum soda dicampur susu, bisa menyebabkan timbulnya penyakit lainnya. Seperti penyakit pada gangguan pencernaan, sering pusing dan badan bergetar, hingga timbul peyakit jantung.
Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang, dr Abdurachman MKes, masyarakat dan perokok berat, sebaiknya jangan percaya informasi ini. “Soda memiliki kadungan alkohol yang tidak baik untuk kesehatan. Sehingga, terkait informasi minum soda susu dapat membersihkan nikotin tidak benar,” ucapnya, kemarin.
Dia menjelaskan, selain memiliki kandungan alkohol, soda susu juga memiliki tingkat asam sangat tinggi. Sehingga, tidak baik untuk organ di dalam tubuh. “Soda susu juga tidak bagus untuk paru-paru. Karena kadar alkohol dan keasaman sangat tinggi. Minuman seperti itu, sebenarnya tidak baik,” kata Gus Dur, sapaan akrabnya.
Dia menjelaskan, menilik dari faktor medis tersebut, mengkonsumsi soda susu lantas tidak mampu membersihkan racun nikotin yang ada di dalam paru-paru. Lantaran hasil kajian medis, soda tidak mampu membersihkan racun nikotin. Akan tetapi, minun susu tanpa soda, masih bisa sedikit membantu menghilangkan racun nikotin.

“Lebih baik, minum air susu saja tanpa soda maupun alkohol. Lebih baik lagi, apabila minum air putih atau minuman herbal dari alam,” kata Gus Dur.
Minuman herbal yang dapat mengobati racun nikotin yang disebabkan oleh rokok, seperti  jahe dan kunyit yang dicampur dengan gula merah dan madu, kemudian diseduh dengan air hangat.
Dia menerangkan, solusi bagi perokok berat yang paling tepat adalah berhenti merokok sekarang juga. Jika tidak dilakukan sekarang juga, bisa memperburuk keadaannya sendiri maupun orang dan keluarga yang ada di sekitarnya.
“Kalau terus-terusan merokok tidak baik. Karena nikotin akan menumpuk di dalam paru-paru. Selain itu, asap rokok tidak baik bagi kulit dan mata. Sehingga, lebih baik berhenti merokok sekarang juga, daripada nantinya terlambat. Karena penyakit yang ditimbulkan lebih kompleks lagi dan semakin parah,” pungkasnya. (big/nda)

Berita Terkait

Berita Lainnya :