Umur di Atas 40, Hindari Olahraga Prestasi



Berkaca pada kasus kematian Plt. Sekda Kota Batu Achmad Suparto kemarin. Serangan jantung memang silent killer, rawan terjadi pada seseorang yang berusia di atas 40 tahun. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Malang Dr dr Asih Tri Rachmi Nuswantari MM, Rabu (6/9).
“Pada dasarnya seseorang kalau sudah usia 40 tahun ke atas olahraga yang cocok adalah olahraga bukan prestasi seperti senam dan jalan santai,” papar Asih.
Olahraga prestasi tidak dianjurkan bagi seseorang dengan usia di atas 40 tahun. Olahraga prestasi artinya olahraga yang biasa dilakukan untuk kompetisi alias menang-menangan dan memiliki lawan. Olahraga seperti ini di antaranya adalah sepakbola, basket bahkan futsal.
Di dalam olah raga jenis prestasi tidak hanya gerakan saja yang dipacu untuk kuat dan terus bekerja. Emosi pun juga terus dipaksa keluar. Sementara jika gerakan dan emosi silih berganti bekerja secara kuat akan memacu kerja jantung lebih kuat pula.
“Gerakan dan emosi mempengaruhi betul pacu jantung manusia,” tegas Asih.
Penyebab utama kematian mendadak adalah karena gangguan irama jantung yang tidak terbiasa tersebut. Jika badan tidak terbiasa dan tidak kuat, penyakit yang sering mengikuti setelah itu adalah stroke dan serangan jantung. Hal inilah yang kemungkinan besar dialami oleh Alm Achmad Suparto pada saat melakukan kegiatan futsal kemarin.
Untuk menghindarinya, seseorang harus teratur dalam berolahraga. Jika tidak memiliki kebiasaan berolahraga teratur, olah raga seperti jalan santai, yoga, dan jalan kaki bisa dilakukan. Kemudian selalu memeriksakan kesehatan Jantung secara berkala. (ica/ary)

Berita Lainnya :

loading...