Bangga Jadi Santri

    “Kebaikan seorang santri tidak dilihat ketika dia berada di pondok, melainkan setelah dia menjadi alumni. Kamu tinggal buktikan hari ini, bahwa kamu adalah santri yang baik,” (Gus Dur)
Kebanggaan menjadi santri itu nikmatnya luar biasa. Tinggal di lingkungan pondok pesantren bukanlah hal yang menakutkan. Bukannya seperti tinggal di dalam sel penjara. Kenikmatan menuntut ilmu sebagai santri di pondok pesantren dengan bimbingan para kiai yang memiliki ilmu agama yang mumpuni. Tidak peduli berapa lamanya belajar ilmu agama, ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan bisa jadi pondok pesantren adalah basisnya.
Memasuki dunia pesantren tidak hanya belajar mengaji Al Qur’an, menghafal hadits dan mempelajari kitab kuning saja, namun belajar di pondok pesantren luas ilmunya. Ilmu pengetahuan dan akhlak adalah pendidikan yang diterapkan di pesantren demi kemajuan mental dan moral agama Islam untuk masa yang akan datang.

Santri Membangun Negeri

 
Hari Santri Nasional telah ditetapkan 22 Oktober 2015 lalu oleh Presiden Joko Widodo. Melihat di Kamus Besar Bahasa Indonesia (KKBI) online, santri didefinisikan sebagai: (1) orang yang mendalami agama Islam; (2) orang yang beribadat dengan sungguh-sungguh; orang yang saleh.

Virus Tahun Politik

 
PERHATIAN kita setahun terakhir tak pernah surut dari wabah virus bernama "radikalisme", sebuah virus transnasional yang kerap menjangkit kehidupan publik. Tempat-tempat suci kerohanian, masjid dan gereja tak luput jadi sasaran mendiagnostik. Pemilihan tempat tersebut tentu guna menarik simpati atas nama perintah agama yang kemudian berkelindan dibawah mimbar-mimbar immoralitas.