magista scarpe da calcio Netizen


Menjaga Indonesia "Rumah Terbaik"

 
Kasus kekerasan yang masih sering menggoncangkan kehidupan bermasyarakat dan bernegara, adalah bukti adanya kegagalan sebagian elemen bangsa -dalam hal ini pelakunya- baik yang beragama atau tidak, dalam menunjukkan Indonesia sebagai “rumah terbaik”. Idealitasnya kalau konstruksi logis dan praktis bahwa ratusan juta orang di negeri ini membutuhkan kehidupan beratmosfirkan kedamaian, kebahagiaan, dan kesejahteraan, maka tentulah sekelompok minoritas juga demikian. Mereka ini wajib menempatkan yang mayoritas sebagai elemen bangsa yang membutuhkan dilindungi, diselamatkan, dan dibahagiakannya.

Positive Thinking di Era Medsos

 
Kebahagiaan tidak akan pernah bisa ditukar oleh apa pun. Harta, jabatan, dan apa pun yang dimiliki hanyalah titipan belaka yang menjadi sarana prasarana untuk menunjang dalam kehidupan ini. Bukan menjadi satu-satunya nilai yang menjamin tercapainya rasa bahagia itu, tetapi hanya menjadi alat dan instrumen saja serta menjadi jalan untuk meraihnya. 

Kuldesak Radikalisme

 
Rilisan Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol. Hamli, bahwa tujuh kampus PTN terpapar radikalisme  menuai kehebohan. Menurut BNPT, ketujuh kampus: UI, ITB, IPB, Undip, ITS, Unair, dan UB, bahkan hampir semua PTN dan PTS, terutama fakultas eksakta di Jawa, telah tersusupi radikalisme. Tak lama setelah itu (2/6), Densus 88 menangkap tiga alumni Unri yang diduga merakit bom di Pekanbaru.  Meski telah dipertegas bahwa temuan itu hasil riset, termasuk dari lembaga lain seperti Alvara dan BIN, serta didukung dengan pernyataan Menristek Dikti, M. Nasir, publik telah terbelah.