Kekerasan Psikis Sebagai Coomon Enemy Perempuan

”Mereka yang menghormati kepribadian orang lain adalah orang-orang yang benar-benar berguna.” (Albert Schweitzer (1875–1965), teolog, filsuf dan musisi Jerman peraih Nobel Perdamaian 1952).
Pernyataan pemenang Nobel Perdamaian itu sebenarnya mengingatkan manusia atau bangsa manapun di dunia untuk menghargai atau mengapresiasi eksistensi sesama. Mereka yang sikap dan perbuatannya dipersembahkan untuk memuliakan sesama ini, layak digolongkan sebagai subyek sejarah kehidupan yang berguna. Mengapa bisa demikian?
Sikap dan perilaku memuliakan sesama itu butuh enerji yang bersumber dari nilai-nilai mulia seperti kerelaan, keikhlasan, dan kelapangan nurani, bahwa dalam kehidupannya mesti ada orang lain yang mendampinginya dalam kerja, belajar, dan menjalankan beragam aktifitas, baik dalam ranah domestik maupun publik.

Kampanye Miskin Gagasan

 
Sudah sebulan kampanye pemilu berlangsung. Tapi kampanye politik putaran bulan pertama ini belum terlihat kedua kubu yang ikut berkontestasi memaparkan visi misinya dengan baik. Keduanya masih terjebak dalam model kampanye yang menguras emosi dan memicu kemarahan. Bahkan ada yang mulai melempar hoax dan ujaran kebencian sebagai amunisi menyerang lawan. Kampanye sungguh tidak berkualitas dan miskin gagasan.

Berita Lainnya :