Membaca Progresifitas Muslihat Koruptor

Oleh Fanny Tanuwijaya,
doktor Ilmu Hukum, penulis buku, dan Pengajar Universitas Jember

Saat dihadapkan dengan seseorang berlabel tokoh ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dugaan melakukan korupsi atau penyalahgunaan jabatan, pertanyaan logis yang mencuat masih berapa lagi “kandidat” yang melakukan muslihat kekuasaan yang berakhir sama?
Mahatma Gandi pernah berpesan,  “You may never know what results come of your action, but if you do nothing there will be no, atau  Anda mungkin tidak pernah tahu hasil dari usaha-usaha yang Anda lakukan, tetapi jika Anda tidak melakukan sesuatu, Anda tidak mungkin mendapatkan hasil.”
Pesan tokoh reformasi itu sebenarnya mengingatkan pada setiap orang supaya dalam hidup ini, manusia  tidak suka menyerah dalam menjawab tantangan.

Revitalisasi Pendidikan Karakter dalam Menjawab Krisis Moral

Oleh Meliani Risdiana, mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Malang

Karakter bangsa merupakan aspek penting dari kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang menentukan nasib bangsa itu sendiri. Sehingga dalam pelaksanaan pendidikan karakter juga diperlukan adanya revitalisasi. Revitalisasi pendidikan karakter perlu dilakukan karena peran pendidikan memiliki pengaruh besar dalam kemajuan bangsa. Revitalisasi adalah suatu proses atau cara dalam menghidupkan kembali suatu hal yang sebelumnya teberdaya. Sehingga revitalisasi berarti menjadikan sesuatu atau perbuatan yang sangat penting sekali dalam kehidupan.
Menurut Dr. Martin Luther King, “kecerdasan yang berkarakter adalah tujuan akhir dari pendidikan yang sebenarnya.” Melalui pendidikan, seseorang akan belajar menjadi seorang yang berkarakter dan memiliki kemampuan ilmu pengetahuan yang mumpuni.

Berita Lainnya :