Batas Aman Nikmati Sentuhan Magis Kopi

Oleh: Dr. D. Bagus Perdana
Dokter PKM Sumberpucung


Menikmati secangkir kopi kini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat urban dalam beberapa tahun terakhir di negara kita. Alhasil, menyebabkan menjamurnya coffee shop  diseluruh dunia tak terkecuali di negara kita. Banyak orang menyeduh kopi di pagi hari dapat memberikan sentuhan magis untuk memulai aktifitas. Ada sebagian orang meminum kopi pada siang hari saat mereka rehat kerja yang bertujuan dapat memberikan suntikan semangat untuk dapat melanjutkan pekerjaannya. Tidak jarang kita jumpai di masyarakat meneguk secangkir kopi setelah makan malam adalah sebuah kenikmatan yang tidak tergantikan bagi kaum urban.
Aktifitas minum kopi atau yang sering kita sebut “Ngopi” sangat erat dengan kaum milenial di negara kita.

Kegiatan ngopi ini dapat kita jumpai disetiap kegiatan milenial mulai berdiskusi, mengerjakan tugas, bahkan saat bekerja. Menurut data International Coffee Organization pertumbuhan peminum kopi domestik lebih tinggi dibandingkan peminum kopi secara global. Untuk Tingkat Global pertumbuhan peminum kopi tumbuh sekitar 6% sedangkan pertumbuhan peminum lokal tumbuh sekitar 8 %. Bahkan seorang penulis terkenal Anthony Trollope  pada novelnya yang berjudul “The Warden” pada tahun 1855 mengatakan “What on earth could be more luxurious than a sofa, a book and a cup of coffee”.  Apapun alasan yang menyebabkan seseorang sangat mencintai kopi mungkin dari aroma atau efek stimulan pada kopi harus kita akui bahwa minuman kopi adalah minuman paling laris di dunia.
Penikmat kopi di Amerika pada tahun 2018/2019 secara statistik dilaporkan meningkat yaitu 26,5 juta kantong kopi. Begitu juga didapatkan peningkatan penikmat kopi seleruh dunia sesuai dengan data International Coffee Organization. Data statistik tahun 2018 menunjukan sebagian besar dewasa muda 18-24 tahun) mengkonsumsi kopi, dan pada orang dewasa dilaporkan sebesar 3/4 mengkonsumsi kopi.

Tidak jarang kita temukan penelitian-penelitian tentang kopi dapat memberikan keuntungan bagi kesehatan antara lain meningkatkan kosentrasi dan produktifitas bagi penikmat kopi. Fakta penelitian menyebutkan bahwa kopi dapat menjaga kesehatan otak, membantu memperpanjang usia dan menurunkan angka kejadian kanker prostat. Namun seperti makanan dan minuman lain yang paling bergizi untuk tubuh kita pasti memiliki batasan aman agar tidak berdampak pada tubuh.
Diketahui bahwa kopi memiliki kandungan kafein pada setiap miligram serbuk yang kita seduh. Kandungan kafein yang terlalu banyak kita konsumsi per hari tanpa batas yang jelas  (Ngopi yang berlebihan) dapat menimbulkan gejala keracunan yang berdampak jangka pendek maupun jangka panjang. Beberapa gejala jangka pendek yang sering muncul sebagai akibat Overcaffeination(kadar caffein yang berlebihan) adalah nyeri kepala, pusing dan mual tetapi bila secara konsisten (dalam jangka panjang) mengkonsumsi kaffein dalam jumlah banyak maka dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung.
Sebelum kita lanjut kepembahasan berikutnya, mari kita mengenal lebih dekat mengenai kafein. Anda mungkin mengetahui tentang kafein karena identik dengan kopi favorit anda, tetapi tahukah anda jika kafein banyak terdapat pada makanan dan minuman lain, antara lain coklat, kopi, teh dan soda. Berdasarkan dasar tersebut menyebabkan kafein menjadi sorotan baru bagi banyak peneliti untuk melihat efek baik dan buruknya terhadap kesehatan tubuh. Kafein mempunyai sifat alami sebagai stimulan, bahkan ada yang menyebutkan setara dengan amfetamin, kokain dan heroin yaitu bekerja dengan menstimulasi otak. Dalam dunia medis kafein dapat berfungsi untuk menstimulasi jantung dan meningkat produksi kencing (cepat kencing). Berikutnya bagaimana kerja kafein dalam tubuh? Kafein memberikan dampak optimal 15-120 menit setelah dicerna oleh tubuh. Didalam tubuh kita ada zat alami yang bernama “Adenosin” zat ini rangsang yang diberikan kepada otak, berakibat memberikan persaan tenang pada tubuh. Sedangkan Kafein memiliki bentuk yang mirip dengan adenosin tetapi meliki efek yang berbeda. Pada kafein berkerja menghambat adenosin. Hasilnya, terjadi peningkatan aktifitas oleh sel-sel tubuh. Hal ini mneyebabkan tubuh lebih aktf, jantung terasa berdebar, rasa kantuk hilang, dan efek lain yang jarang ditemukan adalah diare.
Banyak orang meyakini mengkonsumsi kopi mendapatkan banyak manfaat antara lain menurunkan berat badan, meskipun proses masih belum dapat dijelaskan. Meningkatkan performa saat berolahraga. Sudah lama dikenal oleh para atlet bahwa mengkonsumsi kafein yang dicampur dengan karbohidrat dapat meningkatkan ketahanan otot dan cepat menghilangkan sakit otot setelah berolahraga. Kafein juga dikatakan memiliki efek proteksi terhadap saraf otak sehingga dapat menurunkan resiko mengidap Alzaimer dan Parkinson.
Kafein juga memiliki dampak yang buruk bagi kesehatan. Tentunya efek yang ditimbulkan kafein pada setiap orang berbeda-beda. Secara umum kafein menyebabkan susah tidur, gelisah, sakit ulu hati akibat peningkatan asam lambung. Efek yang berbeda-bedaini disebabkan oleh enzim CYP1A2 yang terdapat pada hati. Apabila seseorang mempunyai kandungan enzim ini dalam tubuh mereka maka kafein yang terlarut dalam makanan dapat dengan mudah dikelola sehingga dengan cepat memberikan dampak yang nyata bagi tubuh.    
Jadi sebarapa banyak kopi yang dapat kita minum agar dapat terhindar dari penyakit kardiovaskular (jantung)? Peneliti dari University of South Australia di Adelaide mengatakan bahwa pada diri kita terdapat enzim CYP1A2 yang memegang peran penting terhadap metabolisme kafein, bila  enzim tersebut berjumlah banyak maka dapat dengan mudah mengolah kafein yang berakibat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung dan penyakit darah tinggi (hipertensi). Setiap individu memiliki kadar enzim CYP1A2 yang berbeda-beda.Peneliti tersebut merancang mengenai banyak kopi yang dapat ditoleransi oleh tubuh sesorang dengan mengesampingkan faktor enzim CYP1A2. Penelitian dilakukan pada 347.077 orang pada kelompok usia 37-73 tahun yang seluruhnya dala penikmat kopi, sebanyak 8.368 telah didiagnosa dengan penyakit jantung. Dari hasil tersebut peneliti Prof. Elina Hypponen mengeluarkan rekomendasi tentang takaran mengkonsumsi kopi per harinya dengan mengesampingkan faktor enzim. Hasil penelitian tersebut mengatakan semua orang yang secara rutin mengonsumsi 6 atau lebih cangkir kopi per hari (1 cangkir mengandung 75 milligram kafein) dapat meningkatkan risiko mengidap penyakit jantung dan tekanan darah tinggi. (*)

Berita Terkait