Branding LIPI dan Brand Kebun Raya

Oleh :Sanusi - Pranata Humas Kebun Raya Purwodadi

LIPI Surabaya akan mempunyai kebun raya, Kebun Raya Pamurbaya. Luas kebun raya yang diberitakan akan dimulai pembangunannya pada tahun 2018 ini adalah seluas 40 hektare. 

Sekalipun tidak mencapai setengahnya Kebun Raya Purwodadi yang mencapai 85 hektare, akan tetapi pembangunan kebun raya daerah merupakan kabar sangat baik bagi masa depan ibukota Jawa Timur itu. Setidaknya ada dua media online yang baru-baru ini yang memberitakan hal ini yaitu kontan.co.id denga njudul “Pemkot Surabaya siapkan Kebun Raya Mangrove” (30/6) dan jpnn.com dengan judul “Gandeng LIPI Kembangkan 40 Hektare Kawasan Pamurbaya” (1/7). Pemberitaan pembangunan kebunraya daerah dapat pula kita temukan dalam seminggu terakhir ini dapat kita temukan pada jawapos.com pada jumat (14/7) dengan judul “Jelang Soft Launching, Bupati Agung Bharata Tinjau Kebun Raya Pilan” dan balipost.com pada Selasa (11/7) dengan judul "Minggu Depan Soft Opening, Infrastruktur Menuju Kebun Raya Gianyar Rampung". Di Bali sendiri LIPI mempunyai kebun raya, yang pada tanggal 15 Juli ini berulang tahun ke-58 yaitu Kebun Raya Eka Karya Bali LIPI. Sebelumnya LIPI juga berperan dalam membangun di Jembrana, Bali, salah satunya dengan menyediakan kebun bibit sebagai penyedia bibit tanaman berkualitas dan penataan taman tematik. Kebun Raya Jembrana ini akan dibuka untuk umum tahun 2019 nanti, yang akan sebagai mana kebun raya lainnya yaitu pusat konservasi, penelitian sekaligus sarana pendidikan. Hal menarik, sekalipun sebagiannya tidak menyebut LIPI dalam judul beritanya, tetapi hampir semua isi pemberitaan media online tersebut menyebut nama LIPI sebagai lembaga yang digandeng untuk pembangunan kebunraya daerah, seperti Kebun Raya Pamurbaya ini. Branding LIPI sebagai lembaga pemerintah yang salah satu kiprahnya adalah mengimplementasikan prinsip “Science for Stakeholder”. Citra LIPI menampakkan kiprah LIPI. Peran strategis LIPI dalam perkebun rayaan sangat diakui oleh pemerintah daerah dan diberitakan pula oleh berbagai media. Demikian juga dengan berita terakhir tentang pembangunan kebun raya daerah lain, seperti Kebun Raya Gianyar di atas, berbeda dengan balipost.com sebelumnya tempo.co sering memberitakannya dengan menyebutkan LIPI di dalamnya. Kebun raya di Bali yang akan dilakukan soft openingnya pada tanggal 17 Juli 2017 mendatang ini, diberitakan sebelumnya oleh tempo.co dengan judul "Gianyar Gandeng LIPI Bikin Kebun Raya Kedua di Bali" (18/5). Demikian juga dengan denpostnews.com telah memberitakannya dengan judul "Percepat Wujudkan Kebun Raya Gianyar : Bupati Agung Bharata Teken MoU dengan LIPI". Dan terakhir baliexpress memberitakan kepastian kehadiran pimpinan LIPI dalam soft launching Kebun Raya Gianyar yang terletak di Banjar Pilan, Desa Kerta, Kecamatan Payangan. Sebagaimana disebutkan antaranews.com (14/7) kebun raya ini baru terealisasi 10 hektare. Pembangunan kebunraya yang berdasarkan ekorigion ini merupakan hal yang sangat akomodatif. Ada 47 ekoregion di Indonesia. Ekoregion adalah wilayah geografis yang punya kesamaan ciri iklim, tanah, air, tumbuhan, satwa, serta interaksi manusia dengan alamnya. Dengan demikian itulah pemerintah mencanangkan adanya 47 kebun raya. Kebun raya akan semakin terasa manfaatnya apabila habitat tumbuhan menjadi habis akibat pembangunan dan alih fungsi lahan. LIPI melalui kebun raya yang tugasnya meneliti dalam banyak kegiatan terkait mengkonsevasi tumbuhan secara ex-situ memiliki banyak penelitian yang bisa didiseminasikan. Dalam peringatan 2 abad Kebun Raya Bogor, 18 Mei lalu, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki mengungkapkan bahwa Presiden Jokowi menginstruksikan tiap kepala daerah dapat mendorong pembangunan kebun raya di masing-masing daerahnya. Pembangunan kebun raya daerah merupakan realisasi dari kepedulian pemerintah terhadap konservasi tumbuhan Indonesia sebagaimana telah ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 93 tahun 2011. Dengan demikian LIPI akan terus mendampingi pemerintah daerah untuk mengembangkan dan mengelola kebun raya daerah. Dari uraian dan kutipan diatas, sangat kental sekali ketika menyebut LIPI maka kita dapat menemukan brand-brand yang terasosiasi di dalamnya, satunya adalah kebun raya. Pengakuan pemerintah dalam bentuk kepercayaan kepada LIPI melalui kebun raya yang berada dibawah LIPI yaitu :Kebun Raya Bogor, Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi dan Kebun Raya Bali. PeranKebun Raya LIPI untuk mendampingi kebun raya daerah merupakan suatu kiprah LIPI bagi Indonesia, bagi kelestarian keanekaragaman hayati dan berbagai manfaat ekologis lainnya. Disinilah sebenarnya bentuk branding LIPI dalam perkebunrayaan. Kebun raya yang kegiatannya adalah konservasi dan penelitian tumbuhan serta berbagi ilmu dengan pemerintah daerah dan stakeholder lainnya. Padahal khalayak juga tahu kalau LIPI pun sering memberikan masukan kepada pemerintah yang atas dasar kajian mendalamnya tidak hanya dalam satu disiplin keilmuan saja. LIPI juga berperan dalam proses kelahiran berbagai regulasi dan kebijakan pemerintah terkait aspek ekonomi, politik, social dan budaya seperti penyusunan Undang-Undang Ketenagakerjaan, Undang-Undang Pemilu, dan juga dalam melahirkan Rekomendasi Penanganan Konflik di Papua, Aceh dan Maluku. Multidisiplin, multiaspek, multiproduk dan multibrand ; Keunikan inilah yang menjadikan positioning LIPI yang sangat mantap. Jadi branding suatu lembaga sebesar LIPI dengan multidisiplin ilmu dapat dibangun dengan adanya branding dari satuan-satuan kerja di bawahnya, salah satunya dengan adanya kebun raya sebagai pusat/balai konservasi tumbuhan yang kegiatannya antara lain penelitian. Dari sinilah penulis berpendapat bahwa keberhasilan branding atas suatu lembaga akan memiliki posisi yang menonjol apabila didukung oleh berbagai asosiasi brand atas satuan-satuan lembaga di bawahnya yang tentunya sesuai fungsi dan kompetensinya masing-masing. Kesemuanya akan saling berhubungan dan asosiasi brand ini akan melekat pada benak public seiring dengan berkibarnya brand lembaga tersebut. LIPI is the biggest LIPI dengan segudang hasil penelitiannya adalah kontibutor yang potensial bagi bangsa ini. Langkah-langkah nyata LIPI di segala bidang keilmuan seharusnya menjadikan LIPI dikenal oleh masyarakat. LIPI telah berkontribusi besar dalam pembangunan bangsa melalui pengembangan ilmu dan pengetahuan. Permasalahan muncul ketika masyarakat masih belum familiar dengan LIPI. Dengan kiprahnya yang banyak seharusnya LIPI lebih terkenal. Logo dan nama LIPI harus lebih banyak melekat pada produk dan layanan satuan-satun kerja di bawahnya. Di media social hastag LIPI harus dicantumkan pada setiap postingan yang membicarakan produk dan layanan dari satuan kerja manapun dar ilingkungan LIPI. Merek dan Logo LIPI harus secara dinamis digaungkan oleh sivitas LIPI sendiri, baik di dunia formal maupun di media sosial. Jangan sampai merek LIPI yang seharusnya besar sesuai dengan kebesarannya, dikecilkan dengan postingan di media social dengan hanya menyebut produk dan layanan jasa tanpa menyebut LIPI. Kebersamaan LIPI dengan pemerintah daerah dan media dapat dijadikan salah satu pelajaran bagaimana membangun branding lembaga besar seperti LIPI dengan banyak satuan kerja dengan mulit produk dan multisiplin .Dengan produk dan layanan satuan kerja LIPI, seperti kebun raya yang bias diakses dan dirasakan seluas-luasnya oleh pemerintah dan media, maka branding LIPI di mata masyarakat umum akan terbentuk dengan sendirinya. LIPI itu milik kita, LIPI itu Indonesia. Marilah kita sebutkan LIPI dan tulislah LIPI jika itu bicara berkaitan tentang LIPI. Di dunia ini hanya ada sedikit lembaga penelitian sebesar LIP Iini. LIPI memiliki dua pusat penelitian internasional. Keduanya adalah International Centre for Interdisciplinary and Advanced Research (ICIAR) dan Asia Pacific Centre for Ecohydrology (APCE). LIPI tercatat pula sebagai peringkat pertama lembaga penelitian terbaik di Indonesia versi Webometrics tahun 2017 dari sekitar 4000 lembaga di dunia. Orang Indonesia selayaknya bangga dengan LIPI. Karena LIPI yang besar itu, dengan multi disiplin ilmunya dan multiproduknya itu adalah milikkita, milik bangsa ini, bangsa Indonesia. Dengan banyaknya produk LIPI, dengan sekian banyak stafnya dan dengan banyaknya media social seharusnya LIPI dapat dikenal secara luas sesuai dengan keluasan kiprahnya ini. Mengasosiasikan brand satuan kerja dengan lembaga merupakan suatu keharusan. Ini bukan tentang membrandingkan diri sendiri saja, ini bukan tentang membrandingkan produk satuan kerja saja, ini tentang lembaga besar karena "LIPI is the biggest". Terima kasih atas 50 tahun kiprah LIPI untuk bangsa, Selamat Ulang Tahun yang ke-50 untuk LIPI. Selamat pula atas Soft Launching Kebun Raya Gianyar Bali dan Jayalah Perkebunrayaan Indonesia.(*)

Berita Lainnya :