Please disable your adblock and script blockers to view this page


Koperasi dan Industri 4.0


Satu setegah abad lebih sudah koperasi di Indonesia berdiri setelah ditetapkannya Hari Koperasi pada 12 Juli 1947 di Tasikmalaya. Koperasi merupakan suatu sistem ekonomi yang berprinsip kekeluargaan dan gotong royong.
Hal ini sejalan dengan sistem yang sedang dianut oleh Indonesia untuk menyejahtrakan seluruh rakyat Indonesia, yaitu sistem ekonomi demokrasi. Oleh sebab itu, koperasi diharapkan mampu mewujudkan cita-cita luhur bangsa yang tertuang dalam Pancasila dan UUD 1945 yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, khususnya di bidang ekonomi.
Pada 1992 pemerintah membuat Undang-Undang No. 25 tahun1992, tentang koperasi yang kemudian diperbaharui menjadi Undang-Undang No 17 tahun 2012, tentang kekoperasian. Tentu kita dapat pahami bersama bahwa regulasi ini dibuat semata-mata untuk mengatur sistem koperasi yang tertata dengan baik tanpa membatasi kewenangan dari pengurus maupun anggota dalam pengambilan keputusan untuk kepentingan kesejahtraan para anggota dan pada umumnya masyarakat luas.
Dari tahun ke tahun jumlah koperasi di Indonesia terus meningkat, pada tahun 2017 jumlah koperasi 148.220 unit meningkat pada tahun 2018 sebesar 153.171, dan data tahun 2019 belum dapat ditelusuri. Akan tetapi Kementrian Koperasi dan UKM Drs. Anak Agung Gede Ngurah Puspayoga menanargetkan 3000 unit koperasi baru ditahun 2019. Tentu anggaran dana yang disediakan pun setiap tahunnya terus ditingkatkan guna pemberdayaan koperasi dan UKM. Tercatat pada tahun 2019 pemerintah mencanangkan anggaran sebesar Rp 1,291 triliun yang lebih tinggi pada tahun sebelumnya yaitu Rp 944 miliar.
Akan tetapi perlu menjadi sebuah catatan bahwa kuantitas (jumlah) koperasi dan anggaran yang disediakan tidak menjadi jaminan keberhasilan koperasi. Hal ini terbukti dengan banyaknya koperasi abal-abalan, yang kemudian banyak koperasi yang teridentifikasi tidak sehat dan tidak sedikit yang dibubarkan. Sehingga dalam hal ini penulis mengidentifikasi setidaknya ada dua  permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan koperasi saat ini.

Berita Lainnya :