Sehat dalam Bermedia Sosial


Media sosial kini telah menjelma menjadi ruang utama kehidupan manusia. Tidak jarang manusia lebih banyak membuang waktu di dunia maya ketimbang di dunia nyata. Saat baru bangun tidur, hal pertama yang dilihat adalah layar smartphone. Biasanya sekadar mengecek berbagai notifikasi dari media sosial yang dimiliki. Siang hari hingga menjelang tidur, tidak jarang masih banyak yang terus memainkan smartphonenya untuk mengakses media sosial.
Tahun ke tahun, pengguna media sosial di Indonesia terus meningkat. Hasil riset dari Wearesosial Hootsuite yang dirilis Januari 2019 memaparkan bahwa pengguna media sosial di Indonesia mencapai 150 juta (56 persen dari total penduduk Indonesia). Angka tersebut naik 20% dari tahun sebelumnya. Adapun pengguna media sosial melalui smartphone terhitung mencapai 130 juta. Hal tersebut mengindikasikan bahwa masyarakat Indonesia sangat menggandrungi media sosial.
Penggunaan media sosial memang mendatangkan berbagai dampak negatif dan positif. Sebenarnya jika kita berhati-hati, media sosial dapat memberikan segudang manfaat bagi kita. Misalnya saja kita dapat berjualan online, melakukan kampanye suatu opini yang positif, melakukan komunikasi dengan bidang pemerintahan, menambah teman baru hingga menemukan teman lama.
Melalui hal tersebut dapat kita simpulkan bahwa sebenarnya tidak ada yang salah jika kita terus memainkan smartphone dengan syarat apa yang kita lakukan di sana memberikan dampak positif bagi kehidupan kita. Namun sayang, melalui akses media sosial kini banyak sekali masalah-masalah yang ditimbulkan. Masalah yang dimaksud semisal perpecah-belahan, kerusakan moral remaja, perselingkuhan hingga berbagai penyakit mental yang kini mengidap masyarakat kita.
Sebuah studi yang menganalisis 22.423 individu di Indonesia menyebutkan bahwa berdasarkan survei terbaru dari Indonesia Basic Health Research 2018, diperkirakan jumlah individu dengan gangguan mental di Indonesia sebanyak 11,8 juta orang. Sebab terbesar adalah karena penggunaan media sosial yang tidak sehat. Kini banyak orang merasa bahwa hidupnya tidak aman dan terus menerus merasakan kegelisahan. Mereka mendadak kehilangan kepercayaan diri seusai melihat berbagai postingan dan komentar-komentar di media sosial. Gindo Tampubolon, peneliti dari Global Development Institute mengatakan bahwa hal tersebut merupakan pengingat bahwa teknologi (media sosial) dapat merugikan.
Saat ini banyak sekali kita temui orang-orang yang antisosial karena mereka lebih banyak menghabiskan waktu hanya untuk mengakses media sosaial. Tidak jarang akses terhadap media sosial mereka gunakan dengan akun anonim. Akun anonim memberikan ruang lebih besar kepada penggunanya untuk berekspresi. Akhirnya mereka bisa bebas melakukan apapun yang mereka tidak bisa lakukan di dunia nyata.

Berita Lainnya :