magista scarpe da calcio Opini


Reformasi, Terorisme dan Rupiah

Awal bulan Mei jelang pelaksanaan ibadah puasa ramadan tahun ini, menjadi saat-saat yang memilukan bagi bangsa Indonesia. Rentetan kejadian mulai dari anjloknya nilai tukar rupiah sampai menembus angka 14 ribu per 1 dollar Amerika, kerusuhan di Rumah Tahanan (Rutan) Mako Brimob yang menewaskan 5 personel polisi dan 1 napi teroris sampai pada aksi peledakan bom bunuh diri di Surabaya pada Minggu pagi.
Dalam waktu yang bersamaan, usia reformasi politik di Indonesia pada bulan Mei tahun 2018 sudah mencapai 20 tahun terhitung sejak bulan Mei tahun 1998. Banyak perubahan yang telah terjadi selama kurun waktu tersebut, walupun tidak sedikit juga permasalahan lama yang belum sepenuhnya selesai, apalagi jika ditambah dengan berbagai persoalan yang muncul justru pasca reformasi bergulir. Salah satu dari persoalan lama yang belum tuntas tersebut adalah rapuhnya pondasi ekonomi nasional, sedangkan masalah yang relatif massif setelah reformasi adalah terorisme yang tersebar di berbagai daerah dalam beragam cara, modus dan skenario.

Sendiri Melawan Korupsi

Kasus korupsi dan OTT para pejabat akhir-akhir ini kembali menghasi headline surat kabar. Setelah sebelumnya menyasar Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Mojokerto, kini KPK telah menambah area operasinya menuju Kabupaten Malang. Kali ini, KPK memeriksa mantan Wakil Bupati Kabupaten Malang. Bukan tidak mungkin, penyelidikan dan penyidiikan yang dilakukan oleh KPK akan menarik sejumlah nama, termasuk mungkin akan menambah daerah terdampak kasus korupsi ini. Meskipun KPK telah rutin melakukan OTT dan penindakan secara tegas terhadap korupor, faktanya kasus korupsi tetap ada hingga kini, bagaikan jamur di musim hujan.Korupsi memang bukan hal baru di negeri ini. Bahkan korupsi telah menjadi virus sejak awal negeri ini berdiri.

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top