Optimisme Pasca Pemilu

Oleh : Adi Munazir, SH
Legal Consultant pada Supreme Law Firm Malang

Prabowo dan Jokowi akhirnya bertemu di gerbong MRT Lebak Bulus setelah bertarung habis-habisan di Pilpres 2019 pada Sabtu, 13 Juli 2019. Pertemuannya pun menimbulkan ragam tafsir di tengah-tengah masyarakat, mengingat tensi politik yang  masih tinggi meskipun pertandingan  pilpres sudah usai berbilang bulan.
Tidak dapat dipungkiri bahwa dukungan yang dilantunkan oleh elit politik beserta elemen pendukungnya bergesek keras yang membelah masyarakat hingga tataran paling bawah (grass root). Suasana itu membuat jalannya politik begitu kasar dan vulgar bahkan tertatih  dalam mempertahankan argumentasi terhadap sebuah kepentingan. Fenomena ini sangat lumrah mengingat ekpresi politik masyarakat pasca reformasi menjadi sangat bebas dan tak mengenal bayang-bayang ketakutan.

Strategi Pemberantasan Narkoba dengan Millennial Brainwashing System

Oleh Nova Enggar Fajariyanto, Mahasiswa PKN STAN, Kementerian Keuangan

Indonesia adalah negara besar  yang  tidak lepas dari permasalahan besar pula. Karena semakin tinggi pohon, semakin kencang angin yang menerpanya. Itulah yang terjadi di negara kita tercinta. Sebuah fenomena sosial yang ramai dibicarakan sebagai penyebab bobroknya moral bangsa. Sebut saja narkoba. Narkoba merupakan obat-obatan yang akan bermanfaat jika digunakan dalam hal kesehatan. Namun akan sangat berbahaya jika dikonsumsi secara illegal. Peredaran dan dampak narkoba saat ini sangat meresahkan.
Tak kenal jenis kelamin dan usia, semua orang berisiko mengalami kecanduan. UU Narkotika pasal 1 ayat 1 menyatakan bahwa narkotika merupakan zat buatan ataupun yang berasal dari tanaman yang memberikan efek halusinasi, menurunnya kesadaran, serta menyebabkan kecanduan.

Berita Terkait