Tantangan Malang Post dalam Masyarakat Multikultur

Oleh : Nurudin
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) dan penulis buku

Malang tumbuh sangat pesat dengan berbagai kemajuan dan problem yang terus mengiringinya. Pertumbuhan pesat itu salah satunya dipicu oleh klaim masyarakat di Indonesia bahwa Malang adalah kota pendidikan. Akibat atribut ini, mereka mendudukkan Malang sebagai salah satu tujuan sekolah dan kuliah.
Masyarakat kemudian berbondong-bondong untuk menyekolahkan anak-anaknya ke Malang. Tidak itu saja, di sisi lain Malang dikenal sebagai kota pariwisata karena udaranya yang dingin. Akibatnya, banyak pihak menginvestasikan dananya untuk membangun tempat pariwisata dan fasilitas lain. Termasuk ingin bertempat tinggal di kota dingin Malang.

Membangun MORAL Etika Akuntan dari Kampus

Oleh Isnan Murdiansyah,SE,MSA,Ak,CA
Dosen Akuntansi Fakultas Ekonomi UIN Maulana Malik Ibrahim Malang


Sedikitnya ada  dua tantangan bagi dunia akuntansi Indonesia dalam era millennial saat ini.  Pertama, pemberlakuan AEC (Asean Economic Community), konsekuensinya akuntan asing dari wilayah ASEAN bebas masuk Indonesia tanpa adanya hambatan. Kedua, Pemberlakuan full adoption IFRS (International Financial Reporting Standard). Khusus IFRS, banyak orang tidak tahu dampaknya terhadap sistem akuntansi dan pelaporan keuangan, salah satunya penggunaan estimasi dan “judgement”. Akibat karakteristik IFRS yang lebih berbasis principal based membuat Akuntan lebih banyak menggunakan “professional judgement” dalam menentukan bagaimana sebuah transaksi keuangan dicatat.

Berita Terkait