Menguatkan Karakter Bangsa Melalui Bahasa

 
Kalau berjalan ke Jl. Selat Sunda IV di Sawojajar, Anda akan dimanjakan dengan beberapa papan peringatan yang meneduhkan. Saat mulai naik motor, ada papan bertuliskan cara berkendara cermin pribadi anda. Orang yang ngebut tentu mencerminkan sosok egois, tidak peduli keselamatan orang lain, dan seenaknya sendiri. Namun ketika berkendara dengan hati-hati dan pelan sesuai dengan kondisi sekitar tentunya termasuk sosok yang peduli. 

Semangat Ikrar 28 di Era 4.0

Oleh Ratnawati, S.Pd, pengajar Sejarah SMA N 1 Kota Malang

Generasi Z yang lahir tahun 1995-2000 ini punya tantangan   menyambut revolusi industri 4.0 dan bonus demografi tahun 2030. Pemuda milenial sangat gencar memanfaatkan teknologi dan mengikuti arus digital. Bonus demografi  2030 ditandai dengan peningkatan pertumbuhan penduduk usia produktif (15-64 tahun). Untuk memasuki sekaligus beradaptasi dengan kedua fenomena di atas tidaklah mudah.    
Pemuda  milenial tidak hanya mendapatkan data dan informasi, tapi mereka juga harus punya kemampuan mengolah dan menyerap informasi. Era revolusi industri 4.0 atau generasi keempat tidak hanya menjadi beban pemerintah, tetapi semua elemen bangsa, khususnya para pemuda guna menyokong  kesuksesan  revolusi industri 4.0. Oleh karena itu, pemuda  sebagai generasi penerus harus dipersiapkan  sebaik mungkin untuk dapat menjadi agen perubahan , aktor utama yang handal  dalam pembangunan nasional, pemuda  yang berdaya saing global, sekaligus entrepreneur yang berwawasan kebangsaan.

Berita Lainnya :