Debat Ketiga Pilpres :Guru adalah Kunci Pendidikan

Oleh Andi Akbar Tanjung,
instruktur Bahasa di Language Center – Universitas Muhammadiyah Malang


“Tidak ada satupun negara yang mutu pendidikannya mampu melampaui mutu gurunya”

– Prof. Furqon, Ph.D.  (Mantan Rektor UPI) -

Pertarungan perebutan gelar orang nomor satu di republik ini semakin mendekati babak akhir. Minggu, 17 Maret 2019 merupakan hari pelaksanaan Debat Pemilihan Presiden (Pilpres) Putaran Ketiga yang berarti tersisa dua putaran lagi sebelum kita memasuki pertarungan sesungguhnya yaitu hari pencoblosan pada tanggal 17 April 2019 mendatang. Seperti yang kita ketahui, debat pilpres putaran ketiga ini mempertemukan calon wakil presiden dari kedua kubu yaitu KH. Ma’aruf Amin dan Sandiaga Uno dengan tema debat pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaan, sosial, dan budaya.

Singkirkan Kultur "Dusta" Diantara Kita

Oleh Abdul Wahid,
pengajar Program Pascasarjana Universitas Islam Malang
dan Pengurus Pusat AP-HTN/HAN


Pemilu 2019 dimbang pintu. Idealitasnya semua berjalan lancar. Meski demikian,  publik masih kuat dihinggapi kekhawatiran ekstra, kalau pemilu ini masih akan  diwarnai oleh praktik-praktik ketidakjujuran.  Misalnya, politik uang, obral hoak,  menyemaikan adu domba, ”mark up” suara atau penggelembungan perolehan suara untuk parpol atau calon tertentu, dan seterusnya.
Kegamangan yang merebak di masyarakat itulah yang seharusnya disikapi oleh ”birokrat-birokrat” Pemilu ini, bahwa sudah seharusnya mereka ini mengedepankan prinsip,”jangan lagi ada dusta” diantara kita.

Berita Lainnya :