Menjadi “Ulama’’ Yang Mencerahkan

Oleh Baiturrahman
Pegiat literasi dan peneliti PeaceLink Malang

Dunia intelektual Islam pernah mengantarkan manusia kepada zaman pencerahan. Zaman ini sering disebut sebagai The golden age of Islam (peradaban emas Islam). Konon katanya Renaissance Barat juga merupakan kelanjutan dari buah pemikiran Islam Abad Pertengahan, setelah Islam mengalami fase kemunduran.
Ada banyak faktor sebenarnya yang menyebabkan Islam menemukan titik peradabannya. Salah satunya adalah Inklusifisme berfikir/ keterbukaan berfikir dan tradisi menghargai ilmu. Inklusifisme berpikir menjadi salah satu faktor utama mengapa Islam mampu mengekspansikan baik wilayah, doktrin keagamaan, serta khazanah keilmuan di berbagai belahan dunia.

Merawat Kebhinekaan Pasca Pemilu

Oleh Fanny Tanuwijaya
Pengajar Fakultas Hukum Universitas Jember

Pola sikap dan perilaku yang bercorak merekahkan konstruksi kesatuan dan kedamaian bangsa masih sering mencuat akibat adanya sekelompok orang atau organisasi yang menghadirkan gaya monologis dan eksklusif yang menempatkan dirinyalah yang paling benar dan wajib diikuti, sementara seseorang atau kelompok lainnya sebagai yang bersalah dan tersesat jalan.
Itulah model seseorang dan sekelompok orang yang sejatinya tidak paham kebhinekaan, sehingga pemikiran dan perilakunya harus direkonstruksi secara terus menerus. Mereka wajib diedukasikan supaya menjadikan Indonesia tetap sebagai “rumah” besar yang memayungi keragaman etnis, golongan, agama, politik, budaya, dan lainnya.

Berita Lainnya :