Refleksi dari Dialog Sang Juara

Hafidz, S.Pd.M.Pd.I
Dosen AIK UMM


Mau jadi juara dalam kehidupan ini? Belajarlah dari pengalaman keluarga Nabiyullah Ibrahim AS. Jika hidup diibaratkan sebuah perlombaan, maka beliau adalah pemain yang selalu memenangkan pertandingan. Bukan hanya menang dalam interaksi sosial, tetapi juga dalam menghadapi beratnya tekanan kehidupan. Pendek kata, beliau selalu berada pada posisi kelas atas. Artinya persoalan apapun mampu beliau atasi. Tidak heran jika Allah, melalui Rasulullah Muhammad SAW memasukkan beliau dalam kelompok ulul ‘azmi (orang yang mampu memikul beban berat kehidupan, sabar dalam menerimanya dan amanah dalam tugasnya).

Mengapa Hubungan Terlarang Tak Kunjung Usai?

Oleh: Himatul Solekah, S.Pd.

Hubungan terlarang sebagaimana kasus pelecehan maupun pemerkosaan tak henti-hentinya menghantui jagat dunia. Bahkan, hampir setiap hari kasus semisalnya memenuhi laman media. Sebagaimana berita terdekat yang dilansir dari Liputan6.com terjadi kasus pelecehan dan pemerkosaan anak di Surabaya pada Juli 2019. 15 anak menjadi korban pencabulan yang dilakukan seorang pembina pramuka berinisial RSS (30) dan mengaku melakukan perbuatan cabul tersebut sejak pertengahan tahun 2016 (4/8/19).


Aksi bejat seorang pendidik yang tidak mencerminkan sebagai orang terdidik. Akibatnya, tersangka dijerat pasal 80 dan atau pasal 82 UU RI No. 17 tahun 2016 tentang perubahan UU RI Nomor 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Berita Terkait