Garda Pancasila Masih Netral


Kota Malang sedang menyambut hajat politik masyarakat, Pilkada Juni 2018 mendatang. Beberapa tahapan sudah dilewati, antara lain rekomendasi parpol dan pendaftaran pasangan calon (Paslon) di KPUD.
Tahapan tersebut menghasilkan tiga Paslon, yaitu Anton-Syamsul, Nanda-Wanedi dan Sutiaji-Edi. Mereka adalah calon yang secara konstitusional telah memenuhi syarat memasuki arena kompetisi demokrasi yang nanti digelar serentak di seluruh Indonesia. Saya melihat ketiganya sudah mulai melakukan sosialisasi langsung dan menyebar gambar paslon di media sosial.
Satu hal yang saya amati adalah, belum ada satupun paslon yang secara terbuka menyampaikan  visi misi dan gagasannya secara luas ke publik. Porsi publikasi gagasan sangat minim jika dibandingkan dengan penyampaian slogan-slogan politik.
Padahal di tengah kesadaran politik masyarakat yang kian meningkat dan melek informasi, publikasi gagasan adalah prioritas yang dilakukan jauh-jauh hari sebelum kompetisi. Nilai edukasi dalam pesta demokrasi bukan pada slogan politik ataupun 'perang' gambar, melainkan pada adanya dinamika gagasan serta menggali ide-ide inovatif untuk didiskusikan secara publik, misalnya melalui media massa dan media sosial.
Proses politik yang terjadi selama masa penjaringan calon, yang ternyata masih banyak mengabaikan suara arus-bawah, membuktikan betapa kedaulatan itu masih ada dalam genggaman ELIT politik (Pusat). Pelibatan arus bawah dalam sebuah tahapan cenderung dimanfaatkan untuk melegitimasi proses demokrasi yang kemudian diingkari sendiri. Tetapi, karena semuanya sudah terjadi dan menjadi bagian dari kenyataan politik, maka langkah ke depannya harus lebih baik.
Atas dasar tersebut, saya sebagai bagian dari warga Kota Malang serta Ketua Garda Pancasila, menyampaikan beberapa hal :
1. Berdasarkan hasil rapat internal, Garda Pancasila BELUM menentukan sikap untuk mendukung Paslon manapun dalam Pilkada Kota Malang 2018.
2. Garda Pancasila pada saatnya nanti akan menentukan dukungan politik pada Paslon berdasarkan pertimbangan ideologis, gagasan dan program-program yang relevan untuk kemajuan Kota Malang.
3. Adapun pemasangan foto saya pada atribut publikasi politik salah satu Paslon, seperti yang tersebar di banner media sosial, tanpa seizin dari saya.
4. Mengajak semua anggota Garda Pancasila dan masyarakat Kota Malang umumnya untuk menyukseskan Pilkada damai, rukun dan menghindari konflik politik dalam bentuk apapun.
Demikian, semoga kita semua warga Bumi Arema selalu berada dalam semangat kebersamaan Bhinneka Tunggal Ika....
Salam Satu Jiwa!

*Ketua Garda Pancasila dan Mantan Wali Kota Malang

Berita Terkait

Berita Lainnya :