Lagu Tanah Air Bikin Haru


Tahun ini, jabatan gadis yang sudah tiga tahun di Singapura itu naik. Ia menjadi komandan Paskibra. "Ya saya bertugas mengomandani teman-teman, memberi aba-aba, menjaga semangat anggota untuk tetap tinggi sampai pelaksanaan hari H upacara," ucap Zahra yang mengikuti orang tuanya yang sedang bertugas di Garuda Indonesia di Singapura.
Selama dua bulan, lanjut Zahra, ia dan anggota lainnya latihan sepulang sekolah. Mereka biasanya pulang jam 4 sore, lalu latihan baris berbaris hingga pukul 17.30. Setiap hari. 
Perjuangan selama dua bukan tersebut mendapat apresiasi, beberapa undangan memberikan ucapan selamat kepada tim Paskibra. "Selamat, sukses ya. Kalian Ok tadi," ucap seorang undangan pria menyalami anak-anak muda itu. 
Namun, pekerjaan Zahra dkk belum usai siang kemarin. Tim yang terdiri dari 15 cewek dan sembilan cowok itu harus tetap di KBRI hingga sore hari, saat penurunan bendera. 
Baya Syabitha, anggota Paskibra lainnya mengatakan senang dengan tugas yang diembannya. "Membuat kami makin dekat satu sama lain, apalagi ada karantinanya juga," ucap gadis berjilbab ini.
 
Duta Besar Indonesia untuk Singapura - H.E. Ngurah Swajaya kepada Malang Post mengatakan, upacara kemerdekaan HUT ke 72 RI hanya satu dari sekian banyak event yang diselenggarakan KBRI. "Di Singapura ini banyak mahasiswa dan pengusaha selain domestic workers, bersama-sama kami melaksanakan event di sini," ujarnya.
Desember mendatang, KBRI akan mengadakan panggung gembira untuk masyarakat. Acara tersebut akan lebih merakyat dan didedikasikan untuk  domestic workers, untuk mengatasi rasa kangen dengan Indonesia. "Kami undang artis dangdut. Tapi warga Singapura pun bisa berpartisipasi, ada fun run," ujar Swajaya. 
Ketika mendengar Malang Post beberapa kali bekerjasama dengan KONI dan Pemkot Batu dalam pelaksanaan fun run, pria asal Bali ini pun terkesan. "Bisa, bisa juga runner dari Malang berpartisipasi dalam event ini. Informasinya nanti kami berikan lewat Malang Post," pungkasnya. 
Obrolan Swajaya dengan Malang Post masih berlanjut, sementara WNI lainnya juga masih menikmati sajian acara di panggung. Ada penampilan tarian Sajojo, Jali Jali, yang dikolaborasikan dengan tari Bali yang disajikan menarik oleh anak-anak dari Juga Rumah Talent Management.
Mereka menikmati hiburan sekaligus menyantap makan siang yang menyajikan nasi kuning dan aneka lauk yang Indonesia sekali. Semua membaur, serasa di rumah sendiri.(Dewi Yuhana)

Berita Terkait

Berita Lainnya :