Siapa Sebenarnya Asisten?

 
Langkah tak lazim diambil manajemen Arema dengan menghadirkan Milan Petrovic. Pelatih berdarah Serbia ini didatangkan pasca dua laga dengan hasil buruk. Bukan untuk menggantikan pelatih Joko Susilo, Petrovic disebut-sebut sebagai asisten. Benarkah demikian? Siapa sebenarnya di posisi asisten pelatih?
Coba lihat rekam jejak Milan Petrovic (Malang Post edisi Kamis, 5 April). Dia telah mengantongi lisensi UEFA Pro sejak 2012 lalu. Terakhir menangani tim NSA Slovenia U-20, berpengalaman menangani tim-tim Liga Slovenia, dan pernah mengantarkan FC Primorje juara musim dingin. Serta banyak lagi pengalamannya sebagai pelatih kepala.
Jauh-jauh datang ke Indonesia, sebagai asisten pelatih Joko Susilo yang sebelumnya sudah memiliki sederet asisten. Termasuk dua diantaranya adalah asisten pelatih asing, Dusan Momcilovic (pelatih fisik) dan Ricardo Felipe Navarro dos Passos (pelatih kiper). Bisa jadi, ini pertama kalinya seorang pelatih lokal memiliki tiga asisten pelatih asing dalam satu tim.
“Kami berharap Milan ini bisa membantu Coach Joko, sama seperti Dule dan Ricardo," ungkap General Manager Arema, Ruddy Widodo.
Jelas membantu disini tentu tidak sama seperti tugas Kuncoro maupun Singgih Pitono yang dari awal menjadi asisten Joko Susilo. Hal ini yang menarik, dan saya buat catatan kecil dengan judul sebuah pertanyaan.
Saya yakin, Aremania dan tentunya 17 tim peserta Liga 1 juga bakal bertanya-tanya perihal langkah manajemen tim berjuluk Singo Edan. Jika ini bagian dari sebuah taktik strategi dalam Arema memenangkan kompetisi, tentu menarik. Lantaran dalam daftar susunan pemain (DSP), boleh jadi yang disebut sebagai pelatih kepala adalah Joko Susilo. Tapi...
Faktanya di lapangan adalah Milan Petrovic sebagai pemegang kendali  taktik strategi Arema. Disaat semua tim masih mengira Joko Susilo sebagai pelatih kepala. Ya, kira-kira sama seperti saat Arema mendatangkan almarhum Suharno. Kala itu, Joko Susilo yang pegang tim. Namun akhirnya, Arema dikenal memanfaatkan duet pelatih Suharno-Joko Susilo.
“Asisten,” jawab Joko Susilo saat saya konfirmasi perihal status Petrovic di Arema. 
“Tapi waktu saya tinggal kursus kan dia yang handle tim,” sambung pelatih yang memulai karir kepelatihannya di Arema ini.
Jawaban pelatih yang akrab disapa Gethuk ini seolah menegaskan keterangan dari manajemen bahwa Petrovic memang hanya membantu. Jika melihat latihan dua hari kemarin, Petrovic memang lebih banyak mengamati dan mempelajari satu per satu pemain. Meski perlahan mulai masuk dan sesekali mengarahkan pemain.
Ada waktu yang cukup bagi Petrovic untuk proses ‘mengambil alih’ posisi pelatih kepala, saat Joko Susilo mulai mengambil kursus pelatih A Pro AFC, pertengan bulan April ini. Jika tak ada perubahan, Joko Susilo mulai tak mendampingi tim Arema pada laga home menjamu Persib Bandung, 15 April mendatang. 
Termasuk  laga away lawan Madura United, 21 April.  Ya, hanya dua laga tanpa Joko Susilo. Meski juga tak ada garansi, bahwa Joko hanya dua laga digantikan Petrovic sebagai pelatih kepala. Kalau hasilnya positif, mungkin saja terus berlanjut. Artinya, Joko Susilo ‘dipaksa mengalah’ untuk sebagai asisten. Kita tunggu saja.
“Arema kan identik walikan (bahasa dibalik, Red),” ungkap pelatih yang juga mantan pemain Arema ini seperti memberi kode tentang statusnya yang bisa saja menjadi asisten. Artinya, saat disebut sebagai pelatih kepala, sebenarnya adalah asisten, dan begitu sebaliknya. Mungkin begitu....
Kembali melihat gerak gerik dalam latihan kemarin, Joko Susilo masih tampak dominan. Namun ada yang sedikit aneh usai latihan. Kalau pelatih kepala adalah Joko Susilo yang tentu paham dengan materi latihan, kenapa wartawan diminta wawancara dengan Petrovic. Wartawan Malang Post yang coba memewancarai Joko, diminta untuk tanya semua ke Petrovic.
Apa menu latihannya telah disiapkan si asisten? Khususnya jelang Arema menghadapi Borneo FC, Senin (9/4) depan. Padahal, pada laga away tersebut, Joko Susilo masih mendampingi Dendi Santoso dkk. Siapa sebenarnya yang menjadi asisten? Siapa sebenarnya yang menjadi penanggung jawab atau pengambil keputusan utama di tim Arema saat ini?
Kalau benar Petrovic menjadi asisten, betapa borosnya keuangan tim Arema. Joko Susilo sebagai pelatih kepala dikelilingi banyak asisten, dengan tiga diantaranya pelatih asing. Tapi kalau Joko Susilo sebagai asisten, kenapa Arema tak mau mendeklarasikan Petrovic sebagai pelatih kepala?  Entahlah. Kita hanya berharap, Arema lebih baik dan lebih berprestasi.  
Investasi mendatangkan pelatih asing, meski tercatat dengan status sebagai asisten, tentu dengan harapan bisa memperbaiki performa tim Singo Edan. Tapi kalau belum juga membaik, ya dipecat atau diputus kontrak. Siapa? Mungkin bukan Joko Susilo. Pelatih yang satu ini tak bisa diputus kontrak, karena kabarnya memang tidak terikat kontrak. Mungkin! (*)

Berita Terkait

Berita Lainnya :