Terima Kasih, The Baby Alien!


 
Catatan MotoGP 
Abdul Halim, Wartawan Malang Post
 
‘’Sepanjang karir saya, saya tak pernah merencanakan untuk membuat pembalap lain crash. Saya selalu berusaha untuk menghindarinya. Kadang kala, saat kalian mendahului, bisa jadi sangat dekat, dan tak terjadi apa-apa. Hari ini (MotoGP Argentina), apa yang terjadi terhadap Valentino Rossi adalah kesalahan. Itu sebuah konsekuensi dari kondisi trek karena saya di depan," ujar Marc Marquez seperti dikutip Crash .
Marquez boleh saja mengelak dan beralasan apapun. Tapi data dan fakta di lintasan dan keputusan Rice Direction MotoGP Argentina Senin (9/4) dinihari WIB yang memberikan penalti 30 detik karena dinilai membahayakan Valentino Rossi di turn 13 lap ke 20 tak bisa dibantah. Meski finish 10 besar, The Baby Alien harus melorot ke urutan 18, satu strip di atas Rossi di urutan 19.
Sungguh tak bisa diterima. Dan entah apa yang ada di pikiran Marquez sehingga dia melakukan hal yang sangat tidak perlu itu. Apalagi korbannya bukan Rossi saja. Sebelumnya ia juga nyenggol Aleix Espargaro dan nyaris nyundul Morbidelli. Dua orang ini aman tapi tidak bagi Rossi yang diseruduk di tikungan dalam turn 13. 
Rossi dan Marquez sama-sama melebar. Rossi jatuh dan Marquez angkat tangan kiri tanda minta maaf lalu melaju kencang memburu posisi terdepan. Meski bisa melanjutkan balapan, tapi Rossi tak dapat poin apa-apa. Sia-sia segala persiapan dan kerja keras untuk meraup poin. 
Sungguh balapan yang sangat kacau dan horor bagi seorang juara bertahan macam Marquez. Betapa tidak, saat start mesin motornya mati. Aturannya jelas, harusnya ia start dari pitlane. Tapi dia ngotot menghidupkan mesin motornya dan melawan arus saat kembali ke posisi grid. Akibatnya dia dihukum ride through. Saat posisinya terdepan dia harus ke pitlane untuk kembali ke posisi buncit. 
Di sinilah awal kekacauan makin menjadi-jadi. Mental super agresifnya muncul. Ia ngotot merangsek ke depan sampai cenderung membahayakan lawan saat menyalip. Ambisi untuk berada di barisan depan pula yang akhirnya membuka luka lama rivalitasnya dengan Rossi tahun 2015 lalu.
Ya di motoGP Argentina juga, Marquez harus tersungkur saat mengejar Rossi yang ada di depannya. Roda depannya menyentuh bodi belakang motor Rossi karena berusaha menyalip dari tikungan dalam. Bedanya saat itu murni karena agresifitasnya, dia yang jadi pelaku sekaligus korbannya.
Nah MotoGP dinihari kemarin kasusnya sama bahkan lebih parah. Marquez maksa menyalip Rossi di tikungan dalam yang berakibat keduanya bersenggolan dan melebar. Maka wajar kalau Rossi sangat marah dan menuding Marquez memang sengaja menjatuhkannya. Bahkan Rossi menyebut Marquez sudah belajar sembrono sejak latihan bebas pertama. Marquez juga membahayakan Vinales. 
Aksi 'ugal ugalan' Marquez di lintasan boleh jadi biasa terjadi karena ini balapan. Apalagi motoGP kelasnya para raja balap. Tapi kalau sudah membahayakan lawan, itu menjadi hal yang patut diinvestigasi lebih dalam oleh race direction. Hukuman 30 detik rasanya terlalu ringan dengan kesalahan konyol yang tak perlu dilakukan sang juara dunia lima kali ini. 
Bahkan Rossi mengakui saat kejadian kecepatan Marquez satu detik di atas motornya. Maka Rossi pun mempertanyakan kenapa tidak menyalip di tikungan selanjutnya tanpa harus 'membunuh' lawan yang sama sama berjuang mendapatkan posisi dan poin terbaik dalam balapan. 
"Saya melihat di papan dia satu detik lebih cepat daripada saya. Saya tidak cepat hari ini. Jadi kenapa dia tidak menyalip saya di tikungan berikutnya? Tapi ketika dia menyerang saya, dengan sengaja ke saya, ke motor saya, kaki saya, untuk membuat saya keluar jalur dan jika saya jatuh, dia juga lebih senang," kata Rossi.
Apapun yang terjadi di lintasan, kita patut berterima terima kasih kepada Marquez. Di seri kedua, di sirkuit Audotromo Termas de Rio Hondo ini, Marquez telah sengaja membuka kembali rivalitasnya dengan Valentino Rossi. Ini sekaligus membuka luka lama terbuka kembali. Dan MotoGP membutukan rivalitas yang panas itu. Marquezlah aktornya!
Tanpa rivalitas dan kontroversi, tontonan motoGP tak akan seru dan garing. Sekali lagi, terima kasih Marc! Kamu sudah membuat MotoGP 2018 akan sangat hidup, menarik dan penuh drama untuk terus ditonton seluruh pecinta motoGP di dunia. So....terus semangat dan menjaga motivasi The Doctor ! Untuk Marquez  teruslah kontroversial! 
MotoGP Argentina berjalan menarik dengan hasil tak terduga. Kejutan lahir dari tim Satelit yang menempatkan Zohan Zarco sebagai juara ketiga, disusul Alex Rins Suzuki juara dua dan Cal Crutchlow sebagai juaranya. Insiden dialami Dani Pedrosa yang harus tersungkur setelah disenggol Zohann Zarco. Sementara Jack Miller dari Pramac Ducati harus puas di posisi keempat, meski sangat pede menang. Disusul Maverick Vinales, Andrea Dovizioso, Tito Rabbat, Andrea Iannone, Hafizh Syahrin dan Danillo Petrucci. (*)   

Berita Terkait

Berita Lainnya :