Menanti Regulasi Pariwisata Halal


Industri Halal telah menjadi tren global sejak beberapa tahun ini. Tercatat sejak adanya rilis survey potensi industri halal oleh Thomson Reuters dan Dinar Standard. Dinyatakan bahwa pada tahun 2013 pertumbuhan aset industri halal mencapai US$ 1,6 dollar. Dengan pertumbuhan yang pesat, akibat tingginya permintaan kebutuhan akan halal, total konsumsi konsumen muslim pada tahun 2019 akan mencapai USD 3,7 triliun dolar. Terjadi pertumbuhan signifikan sebesar 10,8 persen di banding tahun lalu.

Elektronifikasi Pemda Dorong Pertumbuhan Ekonomi

Oleh : Rini Mustikaningsih
Kepala Tim Sistem Pembayaran BI Malang

Dalam era menuju revolusi industri 4.0, penggunaan tren otomatisasi dan pemanfaatan teknologi menjadi suatu keniscayaan. Masyarakat di era sekarang sudah mulai terbiasa bertransaksi dengan menggunakan non tunai daripada tunai. Tak hanya individu, lembaga seperti Pemerintah Daerah (Pemda) juga sudah mengikuti tren pemanfaatan teknologi dan transaksi secara non tunai. Apalagi beberapa kota seperti Kota Malang juga sudah mulai mengibarkan bendera sebagai kota berlabel “Smart City”.
Apakah transaksi keuangan Pemda sudah bertransformasi menjadi non tunai? Pertanyaan ini terjawab dengan adanya Surat Edaran dari Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 910/1867/SJ Tentang Implementasi Transaksi Non Tunai Pada Pemerintah Kabupaten/Kota yang diterbitkan pada 17 April 2019.

Urgrensi Pendidikan Karakter di Era Mileneal

Oleh : Sri Wahyuningsih, Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (Civic Hukum) - Universitas Muhmmadiyah Malang.


Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat berdampak signifikan terhadap berbagai bidang kehidupan, terutama di bidang pendidikan. Setiap komponen pendidikan tidak bisa lepas dari pengaruh dahsyatnya kemajuan teknologi. Hal ini menjadi kode bahwasanya tugas pendidik masa kini akan lebih berat, terutama guru yang berbasis pendidikan karakter khususnya mata pelajaran Agama dan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Mengapa demikian? Karena seorang guru dituntut agar bisa menjadi fasilitator dan teladan bagi para peserta didiknya.

Mengutip kata pepatah, guru itu “digugu dan ditiru”, dan guru adalah orang tua kedua setelah orang tua kita di rumah. Maka, guru harus bisa menjadi suri tauladan yang baik agar tidak terjadi penyimpangan.