Formalitas Pelarangan Perayaan Tahun Baru

Oleh  Nuruddin Musyafa’,  dosen AIK Universitas Muhammadiyah Malang

Awal Desember 2018 di grup whatsapp yang dimiliki penulis, salah seorang anggota grup memposting gambar yang berisi larangan bagi umat Islam merayakan tahun baru, larangan meniup trompet, larangan menyalakan kembang api. Langsung anggota lain komentar, kasihan penjual trompet, kembang api, bakalan tidak laku kalau kiai Islam mengharamkan hal-hal tersebut, hal itu sama saja membunuh mata pencaharian orang.
Terlepas dari postingan di atas, ada pemandangan menarik yang terjadi tiap pergantian tahun di Kota Batu. Di satu sisi sebagian orang khusyu’ bermunajat kepada Allah dengan dzikir dan salawat di Masjid Agung, di sisi lain hiruk pikuk pesta kembang api terjadi di alun-alun.

Dilema 2019, Pilih Siapa ?

Oleh: Putri Hanifah (Mahasiswi Jurusan Sastra Arab Universitas Negeri Malang)
Tak terasa 2019 tinggal menghitung hari. Pergantian tahun menjadi istimewa karena biasanya dari sinilah kita memulai lembaran baru, mengevaluasi sejauh mana target-target tahun lalu yang sudah tercapai.

Dampak Perjalanan dalam Mencari Sebuah Jati Diri

Oleh : Rizal Baikhaqi
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indoensia
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Malang


“Hidup adalah serangkaian kebetulan. ‘Kebetulan’ adalah takdir yang menyamar.” (Fiersa 2016:9).  
Yang dimaksud dari kutipan di atas menjelaskan bahwa hidup itu adalah sebuah rangkaian atau aturan yang telah tergaris secara kebetulan dan tidak dapat ditebak, hidup seseorang tergantung pada setiap individu itu sendiri akan dibawa kemanakah jati dirinya itu. Setiap orang memiliki caranya sendiri untuk merubah dan mencari jati dirinya bahwa dirinya itu siapa, dan seseorang berhak untuk berubah.