Melejitkan Potensi Desa di Jawa Timur

Oleh Tasmilah,
statistisi Pada BPS Kota Malang

Pembangunan desa menjadi salah satu prioritas pemerintah saat ini sebagaimana dinyatakan dalam Nawacita ketiga.  Yaitu “membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka kerja negara kesatuan”. Presiden Joko Widodo bisa bernapas lega di akhir masa jabatan pada periode lima tahun ini. Pasalnya pembangunan desa telah menampakkan hasilnya dengan mengentaskan 6.518 desa tertinggal di Indonesia. Dari data tersebut menunjukkan, pembangunan desa yang dilakukan pemerintah sudah menunjukkan hasil yang baik.
Hasil dari pendataan potensi desa (Podes) yang dilakukan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2018 menunjukkan bahwa Indeks Pembangunnan Desa (IPD) tahun 2018 sebesar 59,36 atau mengalami kenaikan 3,65 persen jika dibandingkan dengan IPD tahun 2014.

Fuji Colour Penilaian Pendidikan

Oleh Mishad, M. Pd
 Guru dan Tim Peningkatan dan Penjaminan Mutu MAN 2 Kota Malang

    Wajah Fulan  tampak berseri-seri bahagia lantaran dia diumumkan sebagai lulusan terbaik di sekolahnya. Selain nilai ujian nasionalnya tertinggi, nilai rata-rata rapornya juga pamuncak di sekolahnya.  Abdullah, bapak Fulan begitu bangga ketika nama anaknya diumumkan sebagai lulusan terbaik di sekolahnya.
    Pak Abdullah kemudian dipersilahkan oleh pembawa acara ke depan untuk menerima penghargaan bagi anaknya yang diberikan oleh Kepala sekolah.  Saat balik dari panggung dia menghampiri Fulan anaknya seraya berkata. “Nak …. Kamu hebat … terima kasih nak … kamu hari ini membuat bapak bangga”.  Kata-kata bapaknya itu masih  terus diingat oleh Fulan hingga saat ini, walau kini Fulan  sudah bekerja dan sudah lulus S-2.

Masifikasi Perempuan Pemimpin Anti Korupsi

Oleh : Ana Rokhmatussa’diyah
Dosen Fakultas Hukum Unisma  
Penulis Buku, Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Malang dan Ketua Club Socialita Malang Raya


Salah satu problem besar bangsa Indonesia hingga saat ini adalah korupsi. Korupsi telah membuat bangsa Indonesia mengalami ketidakberdayaan di berbagai sektor strategis. Salah satu faktor penyebab yang dikaitkan dengan korupsi adalah soal kepemimpinan. Kalau mentalitas pemimpin tidak dibenahi, maka korupsi akan tetap terus terjadi dan marak. Salah satu pemimpin yang bertanggungjawab terhadap korupsi adalah perempuan.
Kita memang sepakat, bahwa korupsi yang sepertinya sudah menjadi budaya di negeri kita sudah tidak bisa dipandang sebelah mata lagi,