Notaris Era Industri 4.0

Salah satu pejabat yang oleh norma hukum positif diangkat (ditetapkan) oleh negara adalah notaris.  Bedanya dengan pejabat  pada umumnya, notaris tidak digaji dan diberi pension oleh Negara, tetapi diberi kesempatan secara yuridis oleh negara untuk mencari “rizki” atau mengais pendapatan dari klien yang mengantungkan jasa kepadanya.
Negara sudah memberikan “keistimewaan” pada notaris melalui kewenanganna. Produk legislasi telah menyediakan “ruang” yang  membuat kehadirannya sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dalam ranah inilah, profesinya menjadi berharga, artinya jasa yang diberikannya pada pemohon (penghadap)  membuatnya bisa menempati strata sebagai pejabat yang “berkelas”.
Fenoeman di masyarakat masih sangat mudah dibaca, bahwa standar seseorang, apalagi yang bergelar seringkali dikaitkan dengan jenis dan produktifitas jasa yang dipersembangkan ada masyarakat (pemohon).

Persinggungan Selfie, Fotografi dan Politik

Radityo Widiatmojo, Dosen Ilmu Komunikasi – FISIP – UMM
Perbincangan fotografi dari perspektif teknis belaka tentu membuat pemikir kritis merasa miris. Susan Sontag di tahun 1970an, mengkritisi fotografi sebagai medium untuk melakukan objektivasi manusia melalui alat bernama kamera.