Impor Barang Kiriman, Kenapa dibatasi?

Tri Atoe Pribadi
Mahasiswa PKN STAN

Pemakai internet di Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya, mengutip data dari Hootsuite, “Jumlah pengguna Internet di Indonesia pada Januari 2018 menembus 132,7 juta pengguna dengan tingkat penetrasi mencapai 50%. Dari data tersebut, tercatat pengguna aktif media sosial sebesar 130 juta. Sementara itu, populasi pengguna perangkat mobile angkanya lebih tinggi lagi yang mencapai 177,9 juta pengguna, dengan tingkat penetrasi mencapai 67%. Dan lagi-lagi dari pengguna perangkat mobile ini tercatat 120 juta merupakan pengguna aktif mobile social. Sejak Januari 2017, pengguna aktif media sosial tumbuh mencapai 23%, dan pengguna aktif mobile social juga tumbuh hingga 30% pada Januari 2018”.

Saat ini internet telah mengubah pola perilaku masyarakat, penggunaannya kini hampir di semua sendi-sendi kehidupan,

Menggagas Pembelajaran Abad 21

Oleh Mishad,  M. Pd,  Guru MAN 2 Kota Malang

Malam itu saya melayat ke teman guru MAN 2 Kota Malang, yaitu keluarga almarhum Pak Suwito di Singosari, Allohummaghfirlahu. Ketika itu saya bertemu Fulan. Iya …. Fulan adalah murid saya di Madrasah Aliyah yang sudah lulus kira-kira 6 tahun lalu. Masih kuat di ingatan, karena saya adalah wali kelas Fulan di kelas program IPS. Saya agak terkejut dengan penampilan Fulan. Dia bersarung, berbaju kokoh dibalut switter, dan berkopyah putih. Ah …. mungkin karena dia melayat. Sebelumnya, saya ragu apakah dia si Fulan, murid saya. Tapi ketika dia sambil menunduk mengucap salam dan menjabat tanganku, saya menjadi yakin. Perjumpaan itu pun berlanjut dengan perbincangan santai seputar aktifitasnya selama ini, terutama pasca lulus Madrasah Aliyah.
    . Walaupun masih lajang, dia sekarang menjadi pebisnis muda yang ulet. Dia merasa berubah lebih bertanggung jawab semenjak  di bangku kuliah.

Politik Hangat-Hangat Tahi Ayam

Oleh : Nurudin
Dosen Ilmu Komunikasi, Fisip UMM

Masyarakat dan bangsa ini menjadi sibuk bukan lantaran dikehendaki, tetapi disebabkan oleh berbagai peristiwa yang timbul tenggelam silih berganti. Artinya, belum selesai sebuah kasus atau paling tidak berbagai wacana yang muncul, sudah timbul wacana lain. Masyarakat menjadi kian sibuk ikut dalam membangun wacana karena lingkungan di sekitarnya juga riuh dengan masalah itu. Jadi, masyarakat dipaksa mengikuti arus yang berkembang.
Sekadar menyebut contoh adalah wacana-wacana yang muncul silih berganti dari percaturan politik di tanah air. Belum reda masyarakat dikenalkan istilah “sontoloyo”, sudah muncul istilah “tampang Boyolali”, “Genderuwo”, “negara bubar” dan sebagainya.