Tensi Pilkada 2018

 
Ajang perhelatan kontestasi politik pemilihan kepala daerah tinggal hitungan bulan akan digelar  sekitar 27 Juni  mendatang. Suasana gegap gempita dan tingginya tensi Pilkada 2018 semakin terpancarkan. Ajang ini sebenarnya tak ubahnya dengan dua Pilkada serentak yang digelar sebelumnya, yakni pada 2015 di 269 daerah dan 2017 di 101 daerah. Namun, faktanya pilkada yang diikuti 171 daerah kali ini punya rasa berbeda. Ada sejumlah indikator yang menunjukkan pesta demokrasi local kali ini lebih gempita dibanding dua perhelatan sebelumnya.
Tingginya tensi Pilkada 2018 sebenarnya tidak lepas dari besarnya kepentingan parpol-parpol menjelang Pemilu 2019. Waktu penyelenggaraan Pilkada 2018 dan Pilpres 2019 yang sangat berdekatan tak ayal membuat parpol menjadikan momentum ini sebagai batu loncatan sebelum memasuki pertarungan sesungguhnya di Pemilu 2019.

Hilangnya Nurani Pembuang Bayi

Oleh: Filianti, Mahasiswa Jurusan Manajemen Universitas Negeri Malang

Kamis, 11 Januari 2018 telah ditemukan jenazah bayi oleh warga di pintu air selokan kali Putuk pertigaan Jalan Joyo Tambaksari-Jalan Simpang Gajayana. (Malang Post, 12 Januari 2018). Kejadian itu cukup menggemparkan warga sekitar. Bahkan beberapa saat kemudian kejadian yang terdokumentasi dalam bentuk foto dan video tersebar luas di kalangan grup whatsapp maupun media sosial lainnya (instagram, twitter dan lain sebagainya).

Banyak pihak yang merasa geram dengan perlakuan mahasiswi semester 10 tersebut. Dikarenakan zaman sekarang banyak sekali wanita yang rela melakukan berbagai ritual dan terapi agar dimudahkan mendapatkan momongan, namun justru mahasiswi asal Sumenep tersebut tega membuang bayinya ke dalam saluran air yang kumuh.
Sehari pasca penangkapan UYR (23 tahun/pelaku pembuangan bayi) ia mengakui bahwa ia bisa hamil dikarenakan diperkosa oleh sosok lelaki yang tidak ia kenali. Namun pembelaan yang disampaikan UYR akhirnya dibantah dengan didapatkannya bukti percakapan bahwa UYR dipaksa membuat sebuah kebohongan oleh orang lain mengenai kejadian ia hamil. Kebohongan yang dimaksud adalah agar UYR mengaku diperkosa (Malang Post, 13 Januari 2018).

Hobbes dan Tumbal

Oleh : Abdul Wahid
Wakil Direktur I Bidang Akademik Program Pascasarjana Universitas Islam Malang dan pengurus AP-HTN/HAN dan penulis sejumlah buku terorisme


Beberapa kali terjadi kasus paradoksal antara doktrin Pancasila yang menuntut setiap manusia Indonesia bersikap dan berperilaku yang berbasis “kemanusiaan yang adil dan beradab”  dengan kondisi faktual yang dinodai oleh praktik-praktik ketidakadaban secara individual maupun kelompok. Sejumlah kasus berdarah ternyata benar-benar masih mengoyak konstruksi harmonisasi negeri. Di beberapa daerah atau komunitas misalnya masih ada saja peristiwa memilukan yang bertemakan, meminjam istilah Thomas Hobbes ”bellum omnium contra omnes”  (kelompok satu melawan atau berperang dengan kelompok lain) atau penghilangan nyawa orang lain oleh seseorang atau sekelompok orang kepada sesamanya yang potensial menyulut  kerusuhan sosial secara masif.