magista scarpe da calcio Netizen


Santri, Pesantren, dan Spirit Kebangsaan

Oleh : Mahathir Muhammad Iqbal
Anggota Kaukus Penulis Muda Aliansi Kebangsaan Serta Dosen UNIRA Malang


    Dalam konteks perkembangan aksi terorisme di Indonesia, terungkapnya sebuah fakta bahwa pelaku terorisme banyak yang alumni atau setidaknya pernah mengenyam pendidikan di pesantren sungguh amat sangat memprihatinkan. Hal ini akan memunculkan sebuah stereotip bahwa pesantren tak ubahnya sebuah lembaga yang memproduksi teroris. Dan juga menguatkan tesis Samuel P. Huntington bahwa islam itu ditegakkan melalui hunusan pedang dan genangan darah. Tentu hal ini tidaklah benar. Kita tidak bisa menjadikan sebuah fenomena yang bersifat kasuistis untuk menggeneralisasi, sehingga menghasilkan sebuah konklusi yang tidak holistik dan komprehensif.

Sepotong Roti dari Konosuke

Oleh : Abdul Wahid
Wakil Direktur I program pascasarjana Unisma,
serta Penulis Buku dan Pengurus Pusat APHTN-HAN.



Kapankah elitis Indonesia yang menempati posisi strategis di negeri ini mencintai rakyat? Kapankah mereka benar-benar sabdal maksimal kalau kursi yang didudukinya memang dipersembahkan untuk mengabdi dan menyejahterakan rakyat?  Benarkah mereka adalah sekumpulan elitis yang berjiwa nasionalis?

Mayoritas Jangan Diam!


BAHASA bukan lagi hanya sebagai alat komunikasi, tapi juga merupakan media bagi pihak yang ingin menyalurkan kepentingan pribadinya. Dengan kata lain, istilah bahasa disepakati merupakan kekuatan itu sendiri atau juga disebut sebagai simbolis dari citra dirinya.
Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top