Aktualisasi Nilai Karakter di Era Modern

Oleh: Indah Dwi Pratiwi*
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Universitas Muhamadiyah Malang


Tak pernah kulihat apapun sebening air. Seakan menari melambai-lambai hingga jatuh mengalir. Mengalir dari hulu hingga hilir. Apakah ‘alam berkembang jadi guru’ bisa menjadikan amanat bagi kehidupan generasi mereka? Mungkinkah maaf dan lupa menjadi penawar bagi segenap luka.
Kutipan di atas merupakan kutipan dari Novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi yang menjelaskan tentang sebuah perjuangan hidup, petualangan, persahabatan dan kekeluargaan. Novel Anak Rantau karya Ahmad Fuadi ini menceritakan tentang perjuangan hidup anak rantau yang ditinggalkan oleh ayahnya sendiri di kampung kelahiran ayahnya, tepatnya di Tanjung Durian, Minangkabau.

Sastra Digital di Era Milenial


Kaum milenial dikenal sebagai generasi gadget yang candu dengan peralatan digital. Hal ini berbanding lurus dengan pesatnya penggunaan internet buah dari perkembangan teknologi digital yang membuat ruang sosialisasi terbuka tak terbatas. Penikmat kemajuan inipun bisa siapa saja: mulai dari anak-anak, pelajar, penulis, mahasiswa, aparatur, bahkan orang tua sekalipun.

Tolak Syariat, Argumentasi Saja Tidak Cukup

Oleh Mega Susanti, mahasiswa Jurusan Pendidikan IPA Universitas Negeri Malang

Publik kembali dihebohkan dengan pernyataan dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Sebelumnya, partai ini juga mengeluarkan pernyataan atas penolakan diterapkannya perda syariah.  Grace Natalie selaku ketua umum PSI menjelaskan, sikapnya menolak Perda Syariah bukan karena antiagama, melainkan karena agama rawan dimanfaatkan sebagai alat politik dan akhirnya berpotensi memicu terjadinya konflik.
Ia menggambarkan, bahwa saat ini bangsa Indonesia memiliki jutaan penduduk dengan basis agama yang berbeda-beda. Bila negara menerapkan Perda Syariah, aturan agama tertentu akan mengatur harkat hidup masyarakat luas. Rupanya, dengan analisa yang disampaikan oleh Grace Natalie, justru pernyataan tersebut dianggap menista agama karena bertentangan dengan sejumlah ayat yang ada di dalam Al-Qur’an.