Merawat Bumi dengan Kolaborasi


Hari ini kondisi bumi kian rusak. Fenomena  berikut  membuktikan hal itu. Sembilan dari 10 penduduk bumi menghirup udara kotor karena 97 persen kota di negara berpenghasilan rendah memiliki kualitas udara rendah. Hutan di Sumatera tinggal 24 persen sedangkan hutan di Kalimantan tinggal 53,9 persen. Sementara itu, di Indonesia 1,1 juta hektare atau 2 persen hutan menyusut. Kondisi spesies juga terancam. Harimau Sumatera tinggal 317 ekor dan Gajah Sumatera kurang dari 1.000.000.  Sedangkan sampah yang dihasilkan per hari masih sebesar 26.000 ton.

Menegaskan kembali Kepahlawanan Kartini

Oleh : Azizatuz Zahro,
Kepala Pusat Gender dan Kesehatan LP2M Universitas Negeri Malang

Hari ini, tanggal 21 April bangsa Indonesia merayakan hari Kartini. Peringatan rutin ini membuat semua lapisan masyarakat dari berbagai strata usia dan sosial pasti mengenal nama Kartini, juga hafal syair W.R. Supratman, yang mengabadikan namanya. Peringatan hari Kartini seakan menjadikan Kartini satu-satunya tokoh perempuan dan menafikan keberadaaan tokoh-tokoh perempuan lain. Padahal, selain Kartini, masih banyak tokoh perempuan, dengan segala heroisme yang ditampilkan. Seperti Tjoet Nya’Dien, Tjoet Meutia, Rangkayo Rasuna Said, atau Martha Christina Tiahahu.
Terlepas dari berbagai cara memperingati hari Kartini yang kadang mengundang kontroversi terkait relevansinya dengan semangat Kartini,

Warga Kota Malang yang Cerdas!

Oleh RADIX MURSENOAJI
Warga Kota Malang, pemerhati masalah sosial.


Pada, Kamis, (11/4/19) lalu, Wali kota Malang Sutiaji, mengundang para tokoh agama Kota Malang di Balai Kota untuk bersilaturrahim. Undangan silaturrahim pada jam 09.00 WIB namun dimulai mundur hingga satu setengah jam. Walau para undangan sempat kecewa, namun akhirnya setelah mendapatkan penjelasan, akhirnya hadirin sempat menjadi iba  terhadap Wali kota beserta aparatnya. Bagaimana tidak, orang nomor satu di Kota Malang ini sering dibuat kelabakan  karena adanya banjir di beberapa lokasi kota. Ironis memang, sebab secara geografis letak Kota Malang cukup tinggi. Juga berada di tengah kota dilewati sungai yang cukup besar, Sungai Brantas, Kali Amprong dan Kali Metro.