Literasi Politik Citra Diri

 
Gunawan Muhammad (2008) pernah mengatakan bahwa kehidupan politik telah berubah menjadi lapak dan gerai, kios dan show room. Sebuah masa yang menempatkan hasil jajak pendapat umum jadi ukuran yang lebih penting ketimbang kebenaran. Penampilan yang atraktif lebih efektif daripada gagasan sosial yang menggugah. Inilah era politik yang menuntut semua kontestan mengelola citra, menampilkan kesan baik di mata masyarakat.
Dunia politik layaknya panggung hiburan. Keduanya menuntut konvergensi. Keduanya sama-sama perlu popularitas, prestise, dan cara-cara strategis guna menjaga citra diri. Pada situasi seperti ini, sering perilaku politik kehilangan substansinya. Para kandidat yang sedang berlaga dalam kontestasi Pilkada, Pileg, atau Pilpres sering terjebak dalam laku politik citra diri. Bukan esensi dan substansi yang dijunjung, namun hanya sebatas pencitraan.

Ideologi dan Posisi Perempuan dalam Esensi Kebijakan


Perempuan pada umumnya selalu dinilai sebagai the other sex yang sangat mempengaruhi representasi sosial tentang status dan peran perempuan. Pembatasan perempuan yang muncul telah banyak menunjukkan bahwa perempuan sering disebut sebagai “Warga kelas dua” jika dibandingkan dengan status laki-laki. Jika pembagian kedua kelompok (Perempuan dan Laki-Laki) digunakan untuk menunjukkan pemisahan dan stratifikasi di antara dua jenis kelamin, yang satu memiliki status lebih rendah, dan satunya memiliki status lebih tinggi.

Indonesia Incaran Bandar Narkoba

Oleh
Asri Kusuma Dewanti
Pengajar FKIP

Universitas Muhammadiyah Malang

Perang melawan narkoba sepertinya akan menjadi perang yang tidak pernah akan berakhir. Dari hari ke hari, bulan ke bulan, dan tahun ke tahun gejala penyalahgunaan dan penyelundupan narkoba bukannya semakin menurun, melainkan justru semakin meningkat. Peningkatannya pun berlangsung bukan sekadar dalam deret hitung, melainkan dalam deret ukur, secara eksponensial, sangat mengerikan dan massif.Tentu saja dengan melihat adanya peredaran narkoba yang begitu masif dan jumlah besar harus mendapat penanganan serius dari pemerintah. Apalagi sudah melibatkan jaringan internasional tentu merupakan peringatan keras.