Berhaji ke Tanah Sendiri

Tahun ini Indonesia memberangkatkan kurang lebih 221.000 jamaah haji ke Tanah Suci. Jumlah ini meningkat 10 ribu dibanding tahun lalu yang berjumlah 211.000 jamaah. Umat  di seluruh dunia pasti mencita-citakan dan memiliki motivasi beribadah haji ke Tanah Suci. Tidak heran kemudian begitu besar perjuangan yang dikeluarkan berupa harta dan tenaga agar dapat berkunjung ke Rumah Allah. 
Secara tidak langsung motivasi itu terdorong  selain karena  kewajiban agama juga sebagai momentum untuk menyucikan diri dan mendapat tempat yang baik di hadapan Tuhan. Cita-cita itu merupakan sesuatu yang lumrah dan pasti diinginkan setiap pemuluk agama untuk dicintai dan mendapat rahmat dari Tuhanya. Namun karena begitu besarnya persiapan dan bekal yang dibutuhkan, maka Islam sebagai agama yang sangat toleran dan bermurah hati kepada pemeluknya, tidak mewajibkan ibadah haji  secara umum, hanya yang mampu, terutama dari sisi materi. 

Kecebong dan Kampret di Tahun Politik


Masalah  seputar politik memang tak pernah sepi diperbincangkan dalam keseharian publik. Dunia maya dan dunia nyata dengan mudah kita temukan tumpukan kosakata politik yang kadang aneh, jenaka bahkan menyakitkan. Pada pilpres 2014 silam kita sering mendengar dan atau membaca istilah ‘kecebong’ tak berselang lama publik mulai mengenal istilah ‘kampret’. 

Korupsi, Episode yang Tak Ada Habisnya

 
Korupsi yang semakin hari semakin marak terjadi dari berbagai era kepemimpinan. Korupsi bak sinetron berepisode-episode yang tak kunjung berakhir ceritanya. Mulai dari sebelum kemerdekaan sampai era reformasi, korupsi terus ada di negeri yang tercinta ini. Sebelum kemerdekaan, gejala munculnya korupsi dan berbagai penyimpangan lain mulai dilakukan oleh para bangsawan, maupun raja. Yang ternyata juga dilakukan penjajah seperti Portugis, Inggris dan Spanyol.