Revolusi Mental melalui Bahasa


Gerakan revolusi mental menuju Indonesia Emas 2045 sedang menjadi buah bibir di kalangan masyarkat Indonesia. Pemerintah membuat gebrakan baru menyambut  revolusi industri 4.0 seiring dengan perkembangan Iptek. Perubahan ini diharapkan tidak hanya berlaku pada bidang insdutri, namun, juga mampu merubah tindak tanduk masyarakat baik dari segi etika maupun moral.

Pemilu yang Elegan

Oleh Adam Setiawan,  mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia

Pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan Keputusan Nomor 987 01.08-KPT/06/KPU/V/2019,  pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi menyikapi  dengan mengambil langkah hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
Melalui kuasa hukum yang dipimpin  Bambang Widjojanto, mengajukan permohonan perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden di MK. Jika ditelaah secara cermat substansi dari permohanan a quo telah menimbulkan pro dan kontra terkait bukti yang diajukan yakni menumpuknya link berita yang diajukan sebagai bukti. Dari bukti yang ada tentunya berhasil atau tidaknya permohonan a quo bergantung pada proses pembuktian kelak apakah Kubu Prabowo Sandi mampu meyakinkan para hakim Mahkamah Konstitusi sehingga mengabulkan seluruh isi petitum yang dimohonkan.

Antara Politik dan Harga Diri di Madura

Penulis : Fikry Asyaif Hamas Mahasiswa Fakultas Ilmu sosial dan Politik  Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

    Madura, pulau kecil  yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur yang memiliki besar 5.168 km2 dengan 4 kabupaten dan jumlah penduduk hampir 4 juta jiwa. Pulau yang panas, kering dengan hembusan angin yang semilir membuat orang yang pertama kali kesana pasti merasakan haus. Sebuah pulau yang memiliki karakteristik tersendiri, keragaman, sopan santun, keramahan penduduknya serta Agama dan Budaya yang sangat kental di pulau ini yang kemudian menjadikan orang-orang Madura sangat mencintai tanah kelahirannya tanpa memiliki rasa chauvinisme sedikitpun.