Please disable your adblock and script blockers to view this page


Para "Pembantai" Pancasila

Oleh Abdul Wahid
Pengajar Ilmu pada Fak Hukum Universitas Islam Malang
dan Pengurus AP-HTN/HAN


Tanggal 1 Juni memang sudah ditetapkan sebagai hari lahir (milad) Pancasila.  Setiap elemen bangsa diminta untuk merefleksikannya, bahwa Pancasila adalah satu-satunya ideologi bangsa ini.
Para pendiri republik ini,  juga secara historis telah menyepakati bahwa Pancasila merupakan ideologi kehidupan berbangsa dan bernegara. Sebagai ideologi, tentunya, setiap elemen bangsa berkewajiban bukan hanya melindungi Pancasila dari perilaku manusia-manusia yang bermaksud mengaburkan dan “menguburkan”-nya (mengganti ideologi), tetapi juga berkewajiban mengamalkannya.

Menuju Guru Profesional

Oleh: Slamet Yuliono *)
Guru SMP Negeri 1 Turen – Kab. Malang

KATA menuju dalam KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) mempunyai ragam arti tergantung kalimat pengiringnya. Sehingga pemaknaan kata ini dikatagorikan dalam kelompok (kelas) verba. Atau kata kerja yang dapat menyatakan suatu tindakan, keberadaan, pengalaman, atau pengertian dinamis lainnya.

Merujuk pemaknaan kata tersebut maka judul tulisan menuju guru profesional bisa diartikan sedang atau berproses untuk menjadi (guru profesional) atau lebih tepatnya jalan untuk meraih gelar guru profesional. Karena berproses menuju (tingkatan) yang lebih baik itu, maka perlu ada sarana dan prasarana pendukung yang tepat. Sehingga mampu menjadi sosok yang benar dan amanah dalam menjalankan tugas mulia itu.

Biaya Politik Mahal dan Nasib Rakyat

oleh Wiebi Winarto
Mahasiswa Jurusan Ilmu Pemerintahan – FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

Baru saja pemilihan umum di Indonesia dilaksanakan, topik mengenai pemilu juga masih hangat diperbincangkan. Ditengah euphoria pemilu ada satu hal menarik untuk dibahas, yaitu tingginya biaya politik yang dikeluarkan ketika seseorang  mencalonkan diri sebagai calon legislatif, calon kepala daerah hingga calon Presiden. Lalu apakah dampak yang diterima rakyat dengan tingginya biaya politik saat ini, apakah kesejahteraan rakyat meningkat ?
Sebagai Negara demokrasi, pemilu adalah keniscayaan dalam memilih pemimpin dan wakil rakyat. Ditengah maraknya parpol yang menandai hidupnya Demokrasi, tak sepenuhnya menjadikan Demokrasi Indonesia terhormat. Setidaknya ada 4 tahapan pemilu yang membutuhkan biaya tinggi, diantaranya adalah Kampanye untuk menarik perhatian pemilih, Mahar politik sebagai modal awal dukungan parpol, pendanaan saksi di TPS dan pengawalan sengketa pemilu.