Pemilu yang Elegan

Oleh Adam Setiawan,  mahasiswa Program Magister Ilmu Hukum Universitas Islam Indonesia

Pasca Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengeluarkan Keputusan Nomor 987 01.08-KPT/06/KPU/V/2019,  pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo-Sandi menyikapi  dengan mengambil langkah hukum melalui Mahkamah Konstitusi (MK).
Melalui kuasa hukum yang dipimpin  Bambang Widjojanto, mengajukan permohonan perselisihan hasil pemilihan umum presiden dan wakil presiden di MK. Jika ditelaah secara cermat substansi dari permohanan a quo telah menimbulkan pro dan kontra terkait bukti yang diajukan yakni menumpuknya link berita yang diajukan sebagai bukti. Dari bukti yang ada tentunya berhasil atau tidaknya permohonan a quo bergantung pada proses pembuktian kelak apakah Kubu Prabowo Sandi mampu meyakinkan para hakim Mahkamah Konstitusi sehingga mengabulkan seluruh isi petitum yang dimohonkan.

Antara Politik dan Harga Diri di Madura

Penulis : Fikry Asyaif Hamas Mahasiswa Fakultas Ilmu sosial dan Politik  Program Studi Ilmu Pemerintahan Universitas Muhammadiyah Malang

    Madura, pulau kecil  yang terletak di sebelah timur laut Jawa Timur yang memiliki besar 5.168 km2 dengan 4 kabupaten dan jumlah penduduk hampir 4 juta jiwa. Pulau yang panas, kering dengan hembusan angin yang semilir membuat orang yang pertama kali kesana pasti merasakan haus. Sebuah pulau yang memiliki karakteristik tersendiri, keragaman, sopan santun, keramahan penduduknya serta Agama dan Budaya yang sangat kental di pulau ini yang kemudian menjadikan orang-orang Madura sangat mencintai tanah kelahirannya tanpa memiliki rasa chauvinisme sedikitpun.

Kontribusi Mahasiswa dalam Mencerdaskan Bangsa

Oleh Hilmia Wardani
Pengajar di Tazkia IIBS Malang dan Pemerhati Sosial-Bahasa

Dari tahun ke tahun selalu muncul aksi heroik yang dilakukan mahasiswa sebagai upaya untuk merestorasi kehidupan bangsa. Sejumlah demonstrasi dan aksi turun ke jalan menjadi langkah ampuh untuk mengecam kebijakan yang tidak memihak rakyat kecil. Tidak berlebihan jika mereka dijuluki agent of change atas kontribusinya tersebut. Namun, akankan peran mahasiswa hanya sebatas itu seterusnya?
Seiring perkembangan zaman, tuntutan masyakat terhadap kontribusi mahasiswa semakin besar. Mereka ditantang untuk menyingsingkan lengan demi memajukan bangsa di berbagai bidang, khususnya pendidikan. Mengapa? Sebagai kalangan akademisi, sesungguhnya mereka memikul tanggung jawab untuk melaksanakan amanat pembukaan UUD 1945 alinea 4 yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa.