Spasi Yang Makin Lebar Agama Dan Budaya

Berbincang mengenai dua kutub, agama dan budaya di negeri yang majemuk seperti Indonesia adalah tema uzur serta topik usang. Sejarah peradaban di Nusantara ini telah memperlihatkan agama dan budaya telah bersanding dengan damai. Bahkan para pendiri bangsa dengan penuh keyakinan mendirikan negara berdasar keberagaman masyarakat dan budayanya, tecermin di dalam Pancasila. Semua dengan satu tujuan, yaitu mencapai masyarakat yang adil dan makmur.
Namun fakta miris tersaji, ekspresi keberagamaan mencederai budaya yang telah lama hadir di masyarakat. Data paling mutakhir adalah peristiwa penolakan, bahkan perusakan, terhadap ritual sedekah laut di Bantul dan Festival Gandrung Sewu di Banyuwangi, beberapa waktu lalu, hanyalah dua contoh bagaimana gesekan itu terjadi.
Syukurlah negara lewat Kementrian Agama segera hadir, bibit petaka tersebut coba disikapi pada awal November 2018 dengan memfasilitasi berlangsungnya Sarasehan Reaktualisasi Relasi Agama dan Budaya yang menghasilkan “Permufakatan Yogyakarta Agamawan dan Budayawan”.

Peran dan Tantangan Sekolah di Tengah Industri 4.0

Industri 4.0 yang dimulai sejak tahun 2011, diawali dengan gagasan untuk mengintegrasikan seluruh teknologi berupa sensor, analisis data dan interkoneksi ke dalam bidang industri.

Dekonstruksi "Sekolah Korupsi"


Suatu kriteria yang baik untuk mengukur keberhasilan dalam kehidupan anda ialah jumlah orang yang telah anda buat bahagia”, (Robert J. Lumsden)