Kecerdasan Pemilih dalam Pemilu

Oleh Farid Rusman
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Malang

Partisipasi politik masyarakat di dalam pemilihan umum, baik itu pemilihan kepala pemerintahan (presiden dan wakil presiden, gubernur dan wakil gubernur, bupati/walikota dan wakil bupati/wakil walikota), maupun pemilihan wakil rakyat (DPR RI, DPRD I & II, DPD), selain perlu ditingkatkan jumlah partisipannya, juga perlu ditingkatkan kualitas partisipasinya sebagai pemilih. Jumlah partisipan (pemilih)  dalam pemilihan umum menentukan tingkat legitimasi (keabsahan) hasil pemilihan umum tersebut. Sementara kualitas partisipasi pemilih di dalam pemilu sangat menentukan mutu pemimpin (kepala pemerintahan) dan mutu wakil rakyat yang akan terpilih.

Jangan Lagi ada "Kegilaan"

Oleh: Abdul Wahid
Pengajar Program Pascasarjana Universitas Islam Malang dan pengurus AP-HTN/HAN

“Menghitung orang-orang gila di suatu negeri lebih sulit daripada menghitung orang-orang yang berakal”, demikian ungkapan  Canaries Birds yang sejatinya bukan ditujukan pada orang-orang yang sedang tidak sehat atau menderita kelainan jiwa (gila) di rumah sakit jiwa (RSJ), melainkan ditujukan pada orang-orang yang sehat atau akalnya tidak terganggu, namun pikiran, sikap, dan perilakunya menunjukkan “kegilaan’.
“Kegilaan” yang dimaksudkan dalam ranah ini merupakan wujud pikiran, sikap, dan perilaku yang mencerminkan diri sebagai sosok manusia yang suka merancang, melakukan, dan mengembangkan disharmonisasi atau kekacauan sosial dimana-mana, sehingga atmosfir sosial lebih menampakkan masifikasi horor.
Manusia seperti itu tidak  senang kala ada saudara, teman, atau pihak yang berbeda dengan dirinya hidup dalam atmosfir kedamaian.

Siaran TV yang Hilang

Oleh: Sugeng WinarnoPegiat Literasi Media, Dosen Ilmu Komunikasi
FISIP Universitas Muhammadiyah Malang

    Siaran TV yang hilang. Ini bukan judul sinetron televisi. Bukan pula episode FTV yang judulnya sering lebay itu. Ini adalah fakta. Sejumlah stasiun televisi nasional yang biasanya boleh mengudara di Malang Raya tiba-tiba menghilang. Para penonton setia Metro TV, TV One, Trans TV, dan Trans 7 tak bisa lagi menikmati tayangan favorit mereka di keempat stasiun televisi ini. Hilangnya beberapa siaran televisi nasional ini karena Balai Monitor (Balmon) Kelas I Surabaya menertibkan siaran beberapa stasiun yang belum berizin.
    Televisi, seperti halnya radio, merupakan media yang menggunakan frekuensi dalam siarannya. Frekuensi adalah milik publik. Esensinya, sang pemilik frekuensi adalah publik.