Budaya Sebagai Pembentuk Karakter Bangsa


Ketika saya mengikuti Seminar Nasional yang diselenggarakan oleh Lembaga Kebudayaan Universitas Muhammadiyah Malang pada tanggal 20 September 2017, saya teringat pada kata-kata yang disampaikan oleh Direktur Kesenian, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Restu Gunawan M.Hum yang mengatakan bahwa hubungan antara pendidikan dan seni budaya tidak bisa dipisahkan.

Fitoremediasi, Cara Alami Mengatasi Limbah


Limbah industri di banyak negara maju maupun berkembang merupakan masalah yang sulit diatasi. Pencemaran di sungai akibat buangan industri, mengganggu kehidupan di perairan. Buangan ini mengandung logam berat seperti merkuri, kromium, tembaga dan yang lainnya. Masalah ini juga terjadi Indonesia yang kini sudah mulai mengarah menjadi negara industri.

Pancasila dan Masa Depan Bangsa

Oleh : Hutri Agustino, dosen FISIPOL Unmuh Malang dan Pendiri Pondok Sinau Lentera Anak Nusantara


    Pada penghujung bulan September tahun 1965, bangsa Indonesia mengalami tragedi kelam yang hampir meruntuhkan Pancasila sebagai ideologi tunggal. Gerakan 30 September yang lebih populer disebut G 30 S dan diduga kuat (khususnya) oleh rezim Orde Baru (Orba) bentukan Presiden Soeharto telah diboncengi oleh PKI yang kontra-revolusioner (berdasarkan hasil sidang Mahkamah Militer Luar Biasa (MAHMILUB) tertuang dalam buku berjudul Dari Orde Lama Menudju Orde Baru yang disusun oleh Major CKH. Supolo Prawotohadikusumo, 1967) telah berhasil melumpuhkan apa yang mereka sebut sebagai Dewan Jenderal (gerakan subversif). Dalam film G 30 S produk Orba yang baru saja dipertontonkan kembali di ruang publik sejak runtuhnya rezim tersebut, PKI menuduh bahwa Dewan Jenderal telah bersekongkol dengan CIA untuk merencanakan semacam kudeta politik terhadap kekuasaan Presiden Soekarno sebagai Pemimpin Besar Revolusi.