Bahasa, Budaya dan Media Sosial

Dr. Daroe Iswatiningsih. M.Si
Kepala Lembaga Kebudayaan Univ. Muhammadiyah Malang
Surel: iswatiningsihdaroe@gmail.com
Kontak 081252755858


Berbicara tentang bahasa sepertinya tidak ada sesuatu yang baru. Hal ini mengingat, sejak ratusan tahun bahkan ribuan tahun yang lalu manusia telah berbahasa. Berbahasa pada hakikatnya mengomunikasikan sesuatu, yakni pesan, maksud, tujuan yang bersumber dari pikiran, perasaan, dan kemauan seseorang. Dengan berbahasa manusia membangun interaksi dan komunikasi dengan sesama.
Dalam hubungan bahasa dan budaya ini, bahwa bahasa merupakan representasi dari budaya suatu masyarakat. Representasi di sini adalah bagaimana penggunaan bahasa dalam memaknai sesuatu yang digambarkan, baik dalam bentuk peristiwa, simbol, perilaku, atau bahasa itu sendiri. Pada masa dulu dalam masyarakat Jawa terdapat ungkapan yang muncul “mangan ora mangan asal ngumpul”. Kebudayaan pada hakikatnya melekat pada diri manusia dan mengatur interaksi manusia dalam masyarakat.

Quick Count, Percaya atau Tidak?

Oleh  Dewi Permata Sari, mahasiswa Universitas Brawijaya

Pesta demokrasi telah warga Indonesia jalani. Sejarah Indonesia akan diresmikan oleh KPU, siapa Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dalam lima tahun ke depan. Baik pasangan nomor 01 maupun 02, semua telah rakyat tentukan melalui Pemilihan Presiden (Pilpres) pada masing-masing TPS (Tempat Pemungutan Suara). Sebanyak 387.250 TPS telah menyelenggarakan pemungutan suara bagi warga negara di seluruh wilayah Indonesia (KPU, 2019). Sarana pemerintah berikan dengan sangat baik untuk memfasilitasi hak memilih warga negaranya. Proses penyelenggaraan Pilpres berjalan dari pagi hingga sekitar pukul 13.00. Tak lupa, di akhir kegiatan dilakukan perhitungan suara yang disaksikan oleh warga yang memberikan  hak suaranya pada TPS mereka masing-masing.

Sektor Pertanian di Era Tekhnologi 4.0


Kini jaman tekhnologi komunikasi. Sejak ditemukannya Handphone(HP) pada tahun 90an, berangsur angsur handphone menjadi kebutuhan utama dalam berkomunikasi. Saat ini, siapa yg tidak punya handphone? profesi apa yang tidak perlu informasi cepat? Golongan masyarakat mana yang tidak memerlukan komunikasi canggih. Jika dulu kebutuhan akan sandang, pangan dan papan merupakan kebutuhan utama (primer) maka saat ini handphone dapat ditambahkan dalam kelompok kebutuhan primer ini. Jika dulu HP merupakan barang mewah dan mahal yang hanya bisa dibeli oleh masyarakat kelas atas, hal ini tidak berlaku untuk saat ini.