Tertipu Clickbait

Oleh Sugeng Winarno,
pegiat literasi media, Dosen Ilmu Komunikasi FISIP UMM

Saat kita membaca berita, tidak jarang kita jumpai judul-judul berita yang bombastis dan sensasional. Judul berita dibuat sedemikian rupa hingga menimbulkan daya pikat orang untuk membaca. Tidak jarang judul yang terpampang itu tidak sesuai dengan isi beritanya. Sering judul sebuah berita menipu pembaca karena judul tidak sesuai dengan fakta berita. Fenomena munculnya judul berita yang bombastis dan sensasional ini biasa disebut clickbait.
    Tidak hanya berita gosip yang muncul dengan judul yang bombastis. Beberapa berita politik saat kampanye pilpres juga muncul dengan judul-judul yang mengundang rasa penasaran pembaca. Judul berita dibuat agar pembaca tertarik mengikuti lebih lanjut.

Mimpi Anak Miskin Masuk Sekolah Unggulan

Oleh Ana Rokhmatussa’diyah
dosen Fakultas Hukum Unisma
Ketua Pokja 1 TP PKK Kota Malang dan ketua Club Socialita Malang Raya


Senyampang tahun ajaran baru masih ada beberapa bulan lagi kedepan, lebih baik sejak sekarang kritik perlu dilontarkan untuk setiap pengelola pendidikan di negeri ini, khususnya pengelola sekolah-sekolah yang berlabelkan ”sekolah unggulan”.
Hingga sekarang masih kuat kecenderungan kurang baik yang berlaku di masyarakat akibat ulah pengelola sekolah-sekolah berlabel unggulan, yang mengklaim kalau model ini dengan biaya mahal mampu menjamin terbentuknya peserta didik unggulan. Kecenderungan demikian, tentu saja mengabsahkan disparitas antara komunitas anak elitis yang bisa bayar mahal dengan komunitas anak miskin yang serba kesulitan.

Soal USBN Bocor dan Reorientasi Motivasi Belajar Siswa

Oleh Andi Akbar Tanjung
Instruktur bahasa di Language Center – Universitas Muhammadiyah Malang


“Tujuan pendidikan yaitu untuk mempertajam kecerdasan, memperkukuh kemauan, dan memperhalus perasaan” – Tan Malaka –

Di Minggu sore dengan langit jingga yang sedang menuju senja, seorang anak kelas 3 SMA bernama Fulan sedang membantu ayahnya di ladang yang berada di kaki Gunung Butak – Malang. Selepas bertani seharian, mereka beristirahat sambil bercengkrama tentang pendidikan Fulan.
“Bagaimana sekolahmu nak...?” tanya ayah Fulan setelah menyeruput kopi hitam yang mulai mendingin.
“Alhamdulillah lancar Yah. Insya Allah, minggu depan saya akan USBN dan ini sudah dapat beberapa bocoran soal dari grup chattingan yang saya ikuti bersama teman-teman” jawab Fulan mantap karena optimis akan mendapatkan nilai di USBN nanti.