Pahlawan di Mata Kaum Milenial

Seberapa Pentingkah Peran Pahlawan bagi Kaum Milenial Saat ini?
    November merupakan salah satu bulan yang bersejarah bagi Indonesia. Ada peristiwa penting yang terjadi yaitu Hari Pahlawan.Di tengah-tengah kondisi politik yang semakin tidak menentu, adu argumen yang merasa diri atau kelompoknya palinng benar terjadi di mana-mana, dan ketidakstabilan ekonomi, justu sebagian masyarakat bersikap apatis, khususnya kaum milenial yang terdidik. Akibatnya, kondisi bangsa pun semakin mengeruh. Para kaum milenial dipertanyakan peran sertanya untuk kembali menentramkan kondisi tersebut.
    Jika bercermin dari sejarah lahirnya bangsa ini, tidak terlepas dari peran pahlawan pada masa dahulu. Setelah dicetuskan Sumpah Pemuda pada tanggal 28 Oktober 1928,

Politik Kebohongan

Ruang publik politik tanah air akhir-akhir ini dipenuhi dengan narasi elektoral yang tidak bermutu dan mendidik. Ujaran saling menghujat, menghina, menyudutkan menjadi senjata untuk saling mendelegitimasi satu sama lain.

Belajar "Telanjang"

“Animus facit nobilem “, demikian bunyi adagium yang bermakna bahwa dalam hidup ini harus ada semangat melahirkan hal yang mulia”. Setiap orang hidup akan menjadi sia-sia hidup yang dijalaninya jika tidak berusaha melahirkan banyak perbuatan yang bermanfaat.
Adagium itu dapat bermakna filosofis, bahwa manusia itu harus selalu diingatkan atau dikritik supaya tidak sampai kehilangan jiwa kemanusiaannya atau tidak terseret dalam perburuan mengejar berbagai hajat yang menanggalkan perannya sebagai pemimpin di muka bumi (khalifah fil ardl).
Tugas fundamental manusia sebagai khalifah adalah “memproduksi” sebanyak-banyaknya perbuatan mulia.