Jadwal Kampanye Pilrek UB Dimajukan 7 Februari



MALANG - Rangkaian tes kesehatan bagi empat pendaftar pemilihan rektor (Pilrek) Universitas Brawijaya (UB) periode 2018-2022 bakal digelar mulai Selasa (6/2) hari ini. Pada hari pertama tes kesehatan yang akan dilaksanakan di Ruang 23 Empati Lantai 2 RSSA Malang, keempat pendaftar calon pilrek tersebut akan melaksanakan pemeriksaan Psikologi dan Psikiatri.
Humas Pilrek UB Achmad Imron Rozuli M.Si mengatakan, panitia juga melakukan penjadwalan ulang dengan memajukan jadwal penyampaian visi misi terbuka dan koordinasi terkait pelaksanaan tata tertib kampanye. Imron menjelaskan lebih lanjut, pemajuan agenda dikarenakan jadwal yang terlalu mepet. 
“Penyampaian visi misi kampanye secara terbuka dilaksanakan 7 Februari dan penetapan  para calon rektor 8 Februari,” ujarnya.
Setelah itu, keempat calon juga berkesempatan untuk melakukan kampanye tahap pertama pada 16 Februari hingga 7 Maret. Sedangkan untuk tahap kampanye kedua dijadwalkan pada tanggal 8 Maret hingga 15 April. Sedang untuk jadwal lainnya yang diundur adalah pemilihan calon rektor yang dimulai pada 16-25 April yang awalnya terjadwal pada 16-25 Maret.
“Untuk jadwal yang diudur satu bulan lainnya adalah pembuatan draf panitia kepada Ketua Senat dari 26 Maret menjadi 26 April dan laporan panitia kepada Ketua Senat setelah pemilihan yang awalnya tanggal 7 April menjadi 7 Mei,” terangnya.
Ia juga menambahkan, untuk kampanye panitia juga akan memenyiapkan baner, teaser video bagi para calon rektor. Sedang untuk para calon rektor juga diperbolehkan untuk untuk membuat poster dan banner.
Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Kajian Kebijakan Publik IPDN, 2016- sekarang Dr. Drs. Tjahyo Suprajogo, M.Si yang merupakan satu pendaftar dari luar lembaga UB mengatakan jika dirinya telah siap melalui rangkaian tes kesehatan yang telah diagendakan.
“Saat ini saya akan tinggal di Malang untuk mengikuti berbagai tahapan pilrek. Jika bisa lolos di cek kesehatan ia juga telah mempersiapkan masa kampenye dan penyampaian visi misi dan debat terbuka,” papar Tjahyo kepada Malang Post.
Mantan Direktur IPDN Kampus Sumbar ini juga menceritakan jika pendaftaran dirinya di pilrek UB kali ini karena ia adalah alumni FIA UB 1988 dengan lulusan cum laude terbaik dan pernah mengajar di FIA UB hingga tahun 1998. Selain itu, dengan pendaftaran dirinya, ia juga banyak menadapat dukungan dari teman-temannya di UB.
“Alasan saya maju, karena mengikuti feeling. Selain itu juga memenuhi persayaratan administrative serta selalu mengikuti berbagai isu maupun kebijakan yang ada di UB. Dari Mendagri juga ingin saya maju dan tidak harus di IPDN,” bebernya.
Ia menambahkan, majunya dalam pilrek kali ini juga dinilainya sebagai kesempatan untuk berlomba-lomba dalam kebajikan. (eri/oci)
 

Berita Lainnya :

loading...