Terima 555 Siswa, Diminati 650 Pendaftar


MALANG - SMK PGRI 3 Malang menerima 555 siswa baru dari jalur Penelusuran Potensi (PPA). Pendaftar di jalur PPA meningkat, sehingga sekolah harus menolak 95 siswa. Peminat jalur PPA SMK PGRI 3 meningkat 44 persen dari tahun lalu, tercatat pendaftar tahun ini ada 650 siswa.
Ketua Pelaksana PPDB SMK PGRI 3, Adhy Ariyanto ST MT menuturkan, jalur ini menyeleksi siswa berdasarkan rapor semester 5 dengan nilai minimal 7,5. Selain rapor, seleksi juga dilakukan melalui jalur prestasi dengan sertifikat kejuaraan minimal kota/kabupaten.
“Sekolah mengutamakan menerima siswa melalui proses PPA karena dapat lebih mudah menyeleksi calon siswa dari potensi dan minatnya. Selain itu, proses pembelajaran siswa ke depan dapat lebih mudah dipetaka,” ungkapnya. 
Keunggulan lain bagi calon siswa yang diterima jalur ini adalah mendapatkan biaya yang lebih terjangkau dengan fasilitas penuh.
“Biaya pendaftaran sebesar Rp 3,5 juta, namun jika dilunasi calon siswa hanya dikenai biaya Rp 3 juta. Setelah melalui prosedur di jalur PPA, calon siswa bersama wali murid melakukan registrasi yang berlangsung selama tiga hari setelah pengumuman serta dapat langsung melakukan pengukuran seragam. Kami berharap orang tua membaca informasi agar tidak miss komunikasi,” beber Ketua Panitia sekaligus Kabid Kesiswaan.
Tingginya minat pendaftar jalur ini menurutnya karena publikasi gencar yang dilakukan sekolah. Bagi pendaftar yang tidak diterima di jalur PPA, masih bisa mendaftar melalui PPDB jalur reguler 1 dengan menempuh seleksi tes tanpa membeli formulir lagi. Jalur reguler 1 akan dibuka hingga April mendatang.
Menurutnya, informasi PPDB lewat jalur PPA yang menyeluruh kepada masyarakat dapat menarik minat calon siswa yang ingin mendaftar ke SMK PGRI 3 Malang sehingga perlu secepatnya untuk mendaftar. Tahun ini pihak sekolah mengikuti kebijakan provinsi dalam hal kouta siswa yang harus diterima. 
“Terutama untuk sekolah swasta yang gradenya tinggi maka kuota siswa yang diterima dibatasi. Tahun lalu hanya berkisar 850 siswa, tergantung kebijakan kuota dari provinsi,” urainya.
Ditambahkannya, sekolah tidak diberi kebebasan menerima kuota berlebih karena ini juga berpengaruh dengan data dapodik sehingga kami selalu berkoordinasi dengan provinsi. Sementara itu, jurusan teknik kendaraan ringan, multimedia, dan instrumen pembangkit yang paling banyak diminati di SMK PGRI 3 Malang. Dalam hal penjurusan, sekolah sepenuhnya memberi kebebasan terhadap siswa dengan mulai menggali informasi berupa potensi dan minat siswa. 
“Di awal siswa biasanya sudah yakin memilih jurusan, tapi jika ingin ganti jurusan kami beri kesempatan pada 17 Mei ini,” tutupnya. (mg3/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :