UM Pamerkan “Satu Sabuk, Satu Jalan”


MALANG – Sebanyak 100 Foto yang menggambarkan tentang tradisi, budaya, keindahan alam, hingga hasil inovasi teknologi Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dipamerkan di lobi Graha Rektorat Universitas Negeri Malang (UM) Selasa, (6/2). Pameran yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Surabaya bekerja sama dengan Pusat Bahasa Mandarin UM itu akan digelar hingga 9 Februari mendatang.
Wakil Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Surabaya Peng Yimu mengatakan, jika pameran tersebut digelar untuk menyambut imlek yang jatuh pada 16 Februari. Tema "Satu sabuk, satu jalan" dipilih karena dilatarbelakangi dengan ekonomi jalur Sutra maritime abad 21 dan tingkat ketergantungan negara yang semakin meningkat. Sehingga kerja sama Tiongkok dan Indonesia melalui jalur tersebut tidak akan terelakkan.
“Pameran ini merupakan kerja sama yang senada dengan poros maritim yang diajukan oleh Presiden Jokowi. Sehingga melalui jalur sutra ini, inisiatif untuk mencapai kerja sama di berbagai bidang perdagangan bisa berjalan dengan baik,” ujar Peng Yimu kepada Malang Post.
Ia menjelaskan lebih lanjut, politik, arus perdagangan yang semakin berkembang saat ini, membuat rakyat dari kedua negera bisa saling memberi. Supaya kedua negera sepanjang jalur yang disebut “Satu Sabuk, Satu Jalan” bisa berkembang dan berjalan untuk mewujudkan manusia yang satu nasib.
Peng Yimu menambahkan, jika pihaknya pada akhir tahun lalu sudah melakukan pertemuan sebanyak enam kali dengan Indonesia dan kedua pihak sudah mencapai kerja sama. Selain ekonomi politik adalah ilmu pengetahuan seperti pengajaran Pusat Bahasa Mandarin di UM. Sehingga bisa saling mendorong antara kedua pihak untuk menghadapi perkembangan saat ini.
Salah satunya, melalui pameran foto ini RRT ingin membagi pengetahuan dan gambaran berbagai kondisi sosial budaya yang ada di negaranya. Hal itu ditunjukkan dengan berbagai foto yang menjelaskan bagaimana keadaan Tiongkok. Misalnya di bidang perkembangan teknologi, karya dari Zhu Xia mengabadikan teknik penggalian gas alam hidrat di tengah laut yang dilakukan oleh China pertama kalinya di laut China Selatan.
Selain itu, foto Ji Tiansheng yang menjelaskan tentang para petani dengan budaya yang dimiliki merayakan hari raya Imlek atau festival musim semi. Serta foto di pasar tradisional yang telah melakukan pembayaran mobile karya Wei Zhaiyang. Pameran foto tersebut sebelumnya telah dilaksanakan di beberapa Universitas di Kota Surabaya. (eri/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...