Republik Rakyat Tiongkok dalam 100 Foto


MALANG – Pameran foto yang merupakan simbol dari kerja sama yang digelar oleh Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok (RRT) dengan Indonesia di berbagai bidang mampu menghipnotis banyak pengunjung.
Mahasiswa Fakultas MIPA Jurusan Kimia Titis Rahma mengungkapkan kekaguman dari ratusan karya yang dipajang. Ia mengatakan, dari gambaran foto, setidaknya ia bisa tahu dan membandingkan Tiongkok dengan Indonesia.
Bersama keempat temannya ia melihat satu persatu foto yang dipajang.
“Dari banyaknya foto yang ada, kita sendiri jadi lebih tahu tentang Tiongkok. Dari foto-foto yang dipamerkan kita bisa tahu berbagai budaya Tiongkok. Disisi lain kita bisa belajar banyak tentang fotografi,” ungkap mahasiswa UM yang duduk di semester empat ini.
Ia sendiri mengaku tertarik dengan karya Ningbo yang diberi judul reading while snowing, di mana foto tersebut menggambar kondisi salju turun di lingkungan Tiongkok dengan gadis kecil yang terlihat sedang membaca buku duduk di lantai dua rumahnya. Ia mengungkapkan, foto itu seakan membawanya ke lingkungan kampung Tiongkok dengan jalan dan bangunan rumah yang menunjukkan arsitektur yang khas.
Dalam pameran “Satu Sabuk, Satu Jalan” itu, sebanyak 100 foto dipamerkan. Yang menggambarkan tentang tradisi, budaya, keindahan alam, hingga hasil inovasi teknologi RRT.
Pada pembukaan pameran, kemarin, hadir Wakil Rektor 1 UM, Prof. Dr. Budi Eko Soetjipto M.Pd M.Si, Kajur Sastra Jerman Dr. Rizman M.Pd, Kaprodi Bahasa Mandarin Drs. Tiksno Widyatmoko M.A, Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Dr. Marcus Diantoro M.Si, dan Direktur HI Prof. Dr. Yazid Basthomi M.A serta Wakil Konsulat Jenderal Republik Rakyat Tiongkok Surabaya Peng Yimu.
Pada kesempatan tersebut, Kajur Sastra Jerman Dr. Rizman M.Pd mengatakan jika pameran yang diselenggarakan untuk pertama kalinya tersebut diharapnya dapat memberikan banyak manfaat.
“Dari pameran ini, pengunjung akan mendapat banyak manfaat. Salah satunya bagi mahasiswa yang dapat mengerti perkembangan sosial, ekonomi, politik hingga perkembangan teknologi saat ini,” ungkpanya.  (eri/adv/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :