Belajar Sulap, Iming-iming Agar Siswa Rajin Ngaji


DEMI membuat siswanya senang ngaji, guru ekstrakurikuler SDN Bareng 1 Sidiq Nugroho, SpdI, rela belajar sulap. Keterampilan ini dipelajarinya sebagai kado bagi siswa usai menyetorkan bacaan ngajinya. 
“Lek pengen sulapan, ngajine kudu sregep,” ujar guru ekskul BTQ SDN Bareng 1, Sidiq Nugroho SPdI mempraktikkan gayanya ketika mengajar kepada Malang Post.
Ya kalimat itu biasanya diungkapkannya kepada siswa yang ingin melihat pertunjukan sulapnya. Tak hanya sulap, Sidiq juga belajar permainan dan lagu-lagu anak untuk dipertunjukkan di hadapan siswanya. 
Beberapa trik sulap dan permainan telah dipelajari guru asal Kediri ini melalui youtube tak lain agar siswa antusias. Hasilnya, siswa kelas 2-6 sudah banyak yang mendaftar ekstrakurikuler BTQ. Sekolah sendiri juga menyelenggarakan program ngaji bareng sebelum salat Ashar berjama’ah. 
“Sudah 25 siswa yang rutin menyetor hafalan Alquran. Semua adalah proses karena belajar Alquran itu perlu rutinitas dan kesulitannya dalam hal waktu, mengingat siswa di sini juga full day school,” ungkap pria kelahiran 1992 ini.
Ia melanjutkan, menyiasati kendala waktu siswa kelas 4-6 diberi kebebasan untuk tetap ikut mengaji di luar, tidak di sekolah. Selain itu, pentingnya pendampingan yang benar dalam mengaji juga diperlukan agar siswa dapat tereksplor. Bahkan, guru yang juga mengajar di TPQ Nurul Hidayah Ketawang Gede ini juga prihatin dengan metode mengaji anak-anak zaman sekarang. Menurutnya, dalam mendampingi mengaji, guru tidak ikut melafalkan bersamaan dengan siswa. 
“Saya berusaha agar siswa ngajinya bagus tidak plegak-pleguk tentunya dengan metode yang saya terapkan selama ini. Saya menyimak dulu mereka melafalkan sendiri, saya dengarkan, baru kalau salah saya perbaiki,” tandasnya.
Guru yang sekaligus penulis ini mengaku terus memotivasi siswa mengaji mumpung masih muda. Sehingga dia pun tak habis akal untuk membuat berbagai jenis permainan. Tidak hanya sulap-sulapan, ice breaking dan lagu-lagu anak kecil juga terus dikoleksi agar dapat dipertontonkan kepada siswa sebagai hadiah selesai siswa mengaji. Selain berfungsi untuk menambah semangat siswa, permainan-permainan yang diberikan juga untuk meningkatkan konsentrasi siswa. 
“Ngaji itu amalan utama. Mumpung sek cilik harus rajin ngaji, kalau sudah tua malu nanti,” pesan pria yang akrab disapa Sidiq ini.
Sementara itu, salah satu siswi kelas 1, Kalista Aqilah Mangku Alam mengaku suka mengikuti ekstrakurikuler BTQ karena menyenangkan. Meski kelas 1, Kalista sendiri sudah mengaji iqro’ 6 dan rutin menyetorkan hafalan.
“Nggak bosan, soalnya seru. Kalau habis ngaji suka diberi pertunjukan sulap jadi seru,” tutur siswa yang bercita-cita jadi polwan ini. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :