Perlu Perbaikan Kinerja BMT

 
Baitul Maal wa Tamwil (BMT) yang merupakan lembaga keuangan mikro berbasis syariah (Islam) tentunya mempunyai banyak tantangan. Terutama menghadapi dinamika industri keuangan, tantangan dan peluang saat ini. Untuk itu perlu adanya kinerja dari dalam dan luar untuk tetap bertahan sebagai koperasi berbasis syariah.
Melihat permasalahan dan tantangan tersebut, Kajur Psikologi UM, Fattah Hidayat S.Psi S.E M.Si ikut membuat dan merancangan standarisasi kompentensi profesi dari dalam. Sehingga BMT sebagai koperasi masyarakat kelas menengah ke bawah tetap bisa bertahan. Rancangan yang dikerjakan bersama dua temannya tersebut ada dalam Islamic Micro Finance Standart Internal (IMSI).
“Untuk tetap dapat bertahan dan berkembang sebagai koperasi berbasis syariah, melalui IMSI inilah peningkatan SDM anggota bisa terakreditasi hingga dalam perhitungan manajerial dengan pintar mengelola uang,” ujar Fattah kepada Malang Post.
Ia juga menyebut standardisasi BMT dilakukan terhadap tiga aspek utama yaitu standar operasional prosedur (SOP), sumber daya manusia (SDM) hingga laporan keuangan.  Dari sisi SOP, pelayanan yang diberikan oleh BMT harus memenuhi kualifkasi yang ditetapkan.  
Menurutnya, dengan IMSI semua transaksi harus sesuai dengan peraturan. Sehingga dengan tantangan berat yang sedang dialami saat ini, karena BMT memiliki keuntungan lebih lebih rendah dibanding dengan koperasi pada umumnya.
“Untuk itulah memperbaiki kinerja secara internal maupun eksternal sangat diperlukan agar manajemen yang baik dan bisni yang baik dapat terlaksana serta masyarakat ikut sejahtera,” bebernya. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :