Diawali Dengan Mural, Usung Konsep Yang Tidak Biasa



PEKAN Prestasi Mardi Wiyata Cup XII segera dimulai. Program rutin tahunan SMPK Mardi Wiyata Jalan Semeru ini akan dihelat, Minggu (11/2) mendatang. Kali ini, tim panitia siap menyajikan dengan konsep yang berbeda dari biasanya. Dipastikan Pekan Mardi Wiyata Cup tahun ini akan lebih berwarna dari tahun-tahun sebelumnya.
Ketua panitia Pekan Prestasi Mardi Wiyata Cup XII Sofia Ira Andriana, S.E mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa agenda tambahan sebagai apresiasi baik untuk para peserta maupun untuk siswa-siswi SMPK Mardi Wiyata sendiri. Diantaranya hadirnya Sheryl Sheinafia sebagai guest star pada puncak acara nanti.
“Yang pasti MW Cup tahun ini akan unik dan berbeda dari biasanya,” ucapnya.
Pekan Prestasi Mardi Wiyata Cup setiap tahun selalu hadir dengan gebyar dan penuh kejutan. Kejutan yang pasti diberikan yaitu hadirnya Pemain Arema dalam acara pembukaan. Tahun ini pun SMPK Mardi Wiyata juga akan mengundang pemain arema, untuk memberikan support kepada peserta, khususnya peserta turnamen futsal. Namun hingga hari ini, panitia masih merahasikan, siapa pemain arema yang akan hadir pada pembukaan nanti.
“Masih rahasia, untuk kejutan pada peserta, karena kami juga masih menyesuaikan dengan waktu latihan mereka (pemain Arema),” katanya.
Warna warni kegiatan mardi wiyata cup terlihat dari jenis perlombaannya yang beragam. Tidak hanya olahraga, namun juga ada lomba di bidang seni kreatifitas, keterampilan bahkan akademik. Seperti lomba fashion, menggambar, pramuka kreatif, scrabbel, photogenic, modern dance, science dan futsal yang menjadi ikon setiap tahunnya.
Pada tahun ini, Mardi Wiyata Cup diawali dengan lomba mural. Lomba ini sendiri telah dimulai sejak Minggu, (4/2), selama tiga hari. Sofi mengatakan, pihaknya sengaja menggelar lomba mural ini, jauh sebelum acara Mardi Wiyata Cup dibuka secara resmi. Tujuannya agar hasil seni dari para peserta lomba mural dapat dinikmati oleh seluruh peserta MW Cup.
“Selain itu agar pelaksanaan kegiatan lomba ini tidak mengganggu lomba lainnya, karena lokasinya pas di gerbang depan,” terangnya.
Lomba mural ini, dilaksanakan di gerbang masuk sekolah. Sepanjang dinding menuju sekolah Mardi Wiyata Unit Semeru, dilukis oleh para ‘seniman cilik’ dengan beragam warna. Tema mural sendiri, kata Sofi, tidak jauh dari materi green school.
“Jadi tema dasarnya adalah lingkungan. Peserta dipersilahkan untuk memilih konsep untuk dikembangkan di situ,” imbuhnya.
Tidak seperti pada lomba-lomba lainnya yang mengundang peserta dari siswa-siswi tingkat Sekolah Dasar. Pada lomba mural ini, pesertanya bebas dengan kategori usia tertentu.
“Bahkan sebenarnya target kami anak-anak yang putus sekolah, tapi memiliki jiwa seni. Agar kreativitas mereka dapat tersalurkan,” tuturnya. (imm/sir/oci)

Berita Lainnya :

loading...