Pendaftaran MTsN Malang 1 Dibuka 19 Februari


 
MALANG – Tahun kedua penerimaan peserta didik baru (PPDB) MTsN 1 menggunakan sistem online yang akan dibuka, (19/2). Dengan menerapkan sistem online, terbukti memberikan kemudahan khususnya dalam mendapatkan kuota pendaftaran. Karena wali murid dapat mendaftarkan anaknya via online saja dan tidak perlu langsung ke sekolah. 
“Selain lebih mudah, untuk wali murid yang berasal di luar kota Malang tidak khawatir kuota pendaftaran habis, mengingat peminat di MTsN 1 banyak,” ungkap Kepala MTsN 1 Malang, Drs. Syamsudin MPd kepada Malang Post.
Menurutnya, PPDB sistem online tidak hanya mempermudah calon wali murid mendapatkan kuota pendaftaran, tapi sekolah juga mendapatkan entry data yang valid. Setelah pendaftaran dibuka, wali murid diharuskan mencetak formulir online untuk diserahkan kepada panitia PPDB.
Selanjutnya tahap verifikasi berkas jalur unggulan dan terpadu berlangsung pada 26 Februari - 2 Maret, sementara untuk jalur regular pada 26 Februari – 2 April. Nomor peserta yang sudah dicetak dapat digunakan untuk menempuh test psikologi dan test akademik calon siswa. 
“Kalau sistem online tahun lalu, ada yang mendapat dua kode berbeda. Jadi untuk tahun ini terus kami perbaiki dan dipastikan sekali online bisa, tapi jika masih ragu wali murid bisa verifikasi langsung ke sekolah karena juga telah disiapkan 10 komputer untuk pelayanan verifikasi,” ungkapnya.
PPDB MTsN 1 Malang dibuka melalui tiga jalur yakni jalur terpadu, jalur unggulan, dan jalur regular. Kuota yang disiapkan tahun ini meliputi 20% jalur terpadu, 30% jalur unggulan, dan 50% jalur regular dengan total 330 calon siswa yang akan diterima.
Sementara itu, dalam menunjang pembelajaran siswa, sekolah telah menambah lab komputer dan lab broadcasting. Guna menyaring calon siswa yang berkualitas dan kompetitif, maka sekolah juga melakukan seleksi ketat seperti sistem yang berjalan sebelumnya.
Sesuai dengan minat dan kemampuan, siswa akan dibagi empat kelompok yakni 24 siswa kelas aksel, 30 siswa kelas olimpiade dan bilingual, sementara sisanya akan tergabung ke dalam kelas regular. 
“Kami menyosialisasikan kepada calon wali murid bahwa pola pembinaan dan bukti prestasi sekolah harus memotivasi siswa agar kompetitif. Untuk proses seleksi siswa berada di kelas mana, itu tergantung minat dan kemampuan siswa, seluruh kelas tidak ada perbedaan khususnya dari segi pembelajaran, semua sama,” tandas pria berkacamata ini.
Ditanya soal biaya masuk MTsN 1 Malang, dia belum bisa menjawab karena penentuan nominalnya akan disesuaikan setelah pertemuan calon wali peserta didik dengan pihak sekolah dalam forum komite.
”Formulir pendaftaran gratis tapi kalau jumlah nominal sumbangan sekolah belum bisa dipastikan, tergantung kesanggupan orang tua membayar nanti dalam forum komite. Ya kurang lebih samalah seperti tahun kemarin,” tutupnya. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :