Pilih Kerja, Siswa SMK Tak Minati SNMPTN


MALANG – Pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) sebagai salah satu tahap pendaftaran Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) akan berakhir, hari ini. Tetapi, tidak semua SMA/SMK/MA Swasta yang telah terdaftar dalam PDSS melakukan pengisian data. Bahkan hampir seluruh SMK Swasta di Kota Malang tidak berpartisipasi dalam PDSS.
Minimnya partisipasi sekolah khususnya Swasta di Kota Malang dikarenakan berbagai faktor. Mulai dari sekolah yang belum terdaftar, tidak siapnya fasilitas hingga hingga kurangnya rasa percaya diri karena persaingan yang sangat ketat dengan sekolah Negeri.
Ketua MKKS SMK Swasta HM John Nadha Firmana, S.H M.Pd mengatakan,  sekolah vokasi bertujuan untuk menghasilkan lulusan yang memiliki ketrampilan dan keahlian terapan tertentu untuk langsung dapat bekerja. Sehingga hampir 100 persen lulusan SMK memutuskan untuk bekerja.
“Memang rata-rata lulusan SMK langsung bekerja dan jarang yang meneruskan kuliah. Sehingga banyak SMK khususnya swasta yang tidak berpartisipasi atau terdaftar di PDSS,” Ujar John kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, sedikitnya minat lulusan SMK yang berkeinginan meneruskan kuliah memang sudah menjadi mindset sejak awal siswa masuk pendidikan kejuruan. Kebanyakan pilihan tersebut sudah dibicarakan anatara wali murid dengan siswa yang bersangkutan. Apalagi saat penerimaan siswa baru semua SMK swasta juga melakukan pemetaan terhadap siswa untuk kedepannya akan meneruskan ke perguruan tinggi (PT) atau bekerja.
“Jadi mindset untuk cepat bekerja setelah mendapat ketrampilan sekolah kejuruan memang sudah dominan. Selain itu dari pemetaan hampir seluruh lulusan SMK Swasta memilih untuk langsung bekerja. Juga banyak dari SMK Swasta yang tidak percaya diri berpartisipasi ikut PDSS,” ungkap Kepala SMK Prajnaparamita ini.
Kabid Kesiswaan SMK PGRI 3 Malang, Adhy Ariyanto S.T M.T menambahkan jika mayoritas lulusan SMK memilih untuk bekerja. Namun juga tidak dipungkirinya ada sekitar 10 persen siswanya yangikut PDSS dan ingin melanjutkan ke PT.
“SMK PGRI 3 Malang memang ikut berpartisipasi dalam SNMPTN. Sedang untuk proses PDSS kami sudah lakukan validasi hari ini, (kemarin,Red) dan tinggal kirim nanti malam,” papar Adhy.
Ia menjelaskan, dari sekitar 800 siswanya yang akan lulus tahun ini, sekitar 100 siswa yang memang ingin melanjutkan ke PT melalui jalur SNMPTN. Ia juga tidak memungkiri jika masih banyak SMK Swasta yang terkendala atau belum mengikuti PDSS karena beberapa faktor seperti belum terdaftar dalam PDSS karena tidak siapnya fasilitas.
Sementara itu, Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Swasta Kota Malang, Purnomo Adji mengatakan, permasalah yang dialami SMA Swasta di lapangan adalah minimnya sosilisasi bagi operator yang bertugas memasukkan PDSS. Sehingga membuat beberapa SMA swasta di Kota Malang masih dalam tahap pengerjaan. Dengan permasalahan yang dialami di lapangan, ia mengungkapkan sudah dua kali ini pihaknya mengadakan pertemuan bagi operator PDSS.
Hal senada juga diungkapkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jatim wilayah Kota Malang dan Batu, Drs Adi Prayitno M.M. Menurutnya, banyaknya sekolah Swasta yang tidak berpartisipasi dan belum menyelesaikan PDSS karena sebelumnya banyak dari siswa dari sekolah bersangkutan yang tidak diterima. Sehingga membuat sekolah atau siswa mundur sebelum berperang. Namun ditegaskannya, permasalahan tersebut tidak bisa disamaratakan untuk semua sekolah swasta.
“Kita sebelumnya sudah sosialisakan untuk PDSS bagi yang ingin ikut SNMPTN dan mengimbau sekolah melakukan pemetaan pada siswanya. Sehingga ada persiapan matang dari sekolah dan siswa untuk berpartisipasi. Sekolah swasta juga tidak perlu minder atau takut untuk bersaing di SNMPTN,” tandasnya.
Sebelumnya telah disampaikan oleh Wakil Rektor I UB, Prof. Dr. Ir. Kusmartono pada sosialisasi SNMPTN di Gedung Serbaguna Widyaloka UB Kamis (8/2), bahwa ada 98 sekolah swasta yang terdaftar di Malang dan 1.185 SMK/SMA/MA di seluruh Jawa Timur masih belum melakukan pengisian data untuk PDSS yang berakhir hari ini. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :