SMK Harus Perkuat Literasi Teknologi Informasi


MALANG - Perkembangan ekonomi dan budaya saat ini  menjadi tantangan berat untuk Sekolah Menengah Kejuruhan (SMK). Karena dituntut untuk kreatif dan membuka kompetensi baru. Sebab ke depan, banyak jenis pekerjaan yang digantikan oleh robot, online serta kecanggihan teknologi lainnya.
Hal itu disampaikan Direktur PSMK Kemendikbud RI, Dr. Ir. M. Bakrun, MM, dalam kegiatan pembinaan dan diskusi, kebijakan serta arah pengembangan SMK menuju era revolusi industri 4.0, kemarin. Kegiatan yang digelar di aula SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen itu diikuti Kepala SMK swasta dan  negeri di wilayah Kabupaten Malang.
Bakrun  meminta seluruh SMK harus bisa mengantisipasinya. “Salah satu cara untuk mengantisipasinya adalah dengan memperkuat literasi teknologi informasi terhadap anak didik,” jelas Bakrun, kepada Malang Post usai memberi penjelasan kepada seluruh Kepala SMK.
Karena itu, lanjut Bakrun semua siswa mulai tahun lalu telah mendapatkan materi atau pelajaran, yang dinamakan dengan simulasi dan komunikasi digital. Yakni bagaimana pengembangan dasar-dasar teknologi informasi, termasuk cara pengembangan pasar online.
Beberapa kompetensi keahlian di SMK, juga harus disesuaikan dengan perkembangan dunia. Kompetensi keahlian yang kebutuhannya atau peluang pekerjaan tidak begitu banyak, harus dibatasi. Misalnya Bisnis dan Manajemen, untuk membatasi peneriman siswanya.
“Sebaliknya justru perbanyak industri kreatif, kemudian animasi, multi media atau kuliner, yang melihat perkembangannya saat ini cukup bagus. Sebab, bank saja ke depan sudah dipastikan akan menggunakan alat teknologi, sehingga kebutuhan teller akan berkurang,” terangnya.
Untuk mendukung perkembangan SMK tersebut, maka tenaga pendidik juga harus dikembangkan. Sebab jumlah pendidik  saat ini sangat terbatas. Guru tidak hanya memiliki satu keahlian sejenis saja, tetapi harus memiliki keahlian pendidikan ganda.
Dengan kreativitas kompetensi tersebut, maka secara tidak langsung sekolah juga akan mengurangi jumlah angka pengangguran dari lulusan SMK. Sebab diharapkan ketika lulus SMK, siswa harus sudah siap kerja di perusahaan atau berwirausaha dengan membuka lapangan pekerjaan. Untuk itu, bagaimana harus menciptakan siswa yang memiliki skill mumpuni dan bersertifikat.
Apakah dengan perkembangan teknologi ini, SMK akan terancam punah? Bakrun, menegaskan bahwa SMK tidak akan punah. Sebaliknya akan semakin eksis dengan tantangan itu. Syaratnya SMK harus bisa kreatif dengan membuka kompetensi baru.
Sebab masih ada beberapa jenis pekerjaan yang tidak tergantikan oleh perkembangan teknologi. Contohnya tukang cukur, sebab sampai sekarang belum ada alat otomatisnya yang bisa memotong rambut sendiri.
“Maksudnya adalah jurusa tata kecantikan, penghasilannya sangat luar biasa. Sebab ketika lulus siswa bisa membuka wirausaha sendiri. Dengan tantangan itu, maka ada beberapa kompetensi yang akan dilikuidasi oleh beberapa sekolah. Misalnya jurusan Bisnis dan Manajemen serta jurusan TKJ (Tehnik Komputer dan Jaringan),” paparnya.(agp/van)

Berita Terkait

Berita Lainnya :