magista scarpe da calcio ITN Ingatkan Pentingnya Jabatan Fungsional Akademik


ITN Ingatkan Pentingnya Jabatan Fungsional Akademik

 
MALANG – Untuk meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) bagi tenaga pengajar atau dosen muda, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN) menggelar workshop pembinaan karir dosen dengan mengundang tim Kopertis Wilayah VII Jawa Timur, Sabtu (10/2), di Aula Kampus 1 ITN Malang. Untuk terus meningkatkan karir jabatan fungsional akademik, ITN Malang pada tahun ini mengajukan 22 tenaga pengajar muda menjadi asisten ahli.
Rektor ITN Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT mengatakan, untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi, ada empat poin yang harus dilaksanakan. Seperti tata kelola perguruan tinggi, SDM atau dosen, karya ilmiah yang dihasilkan dan prestasi mahasiswa. Di mana dengan dengan melaksanakan empat poin tersebut juga berimbas pada naiknya peringkat perguruan tinggi.
“Dari empat poin tersebut, saat ini kami menyelenggarakan pembinaan karir bagi dosen muda agar memahami tugas profesi sebagai dosen. Karena tugas fungsional dosen tidak hanya mengajar, tapi juga peningkatan karir jabatan serta melakukan riset dan pengabdian di masyarakat,” ujar Lalu kepada Malang Post.
Ia menjelaskan lebih lanjut, tahun ini, ITN juga menargetkan lima guru besar. Dengan target itu, ia mengungkapkan perlu adanya pendampingan tim ahli. Hal tersebutlah yang saat ini diajukan oleh ITN kepada Kopertis Wilayah VII Jawa Timur. Sehingga setiap kekurangan yang diperlukan dapat segera terselesaikan.
“Workshop ini juga ditujukan untuk mengingatkan kembali kepada dosen pentingnya jabatan fungsional akademik. Karena tidak semua dosen muda memahami. Selain itu, dalam prosesnya juga ada perubahan menjadi online. Sehingga akan lebih mudah lagi dan tidak memakan waktu lama,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Akademik Kemahasiswaan dan Ketenagaan Kopertis Wilayah VII R. Petrus Subekti, SH., M.Si mengatakan, tahun 2015 lalu ada sekitar 900 usulan peningkatan jabatan fungsional akademik yang terbagi menjadi dua periode. Yaitu bulan Juli dan November. Namun dalam prosesnya yang belum online, sehingga dosen yang akan mengajukan kenaikan jabatan harus mengumpulkan berkas yang sangat banyak.
Begitu juga pada tahun 2016 dilihat dari PT Swasta di Kopertis Wilayah Jawa Timur ada 14 ribu dosen yang mengajukan kenaikan jabatan fungsional, dengan 7000 dosen yang belum memiliki jabatan akademik.
“Karena semakin banyaknya tersebut, pada Januari tahun 2017 proses melalui sistem aplikasi online digunakan agar tidak terikat dengan periodesisasi dan mempercepat proses,” terang Subekti.
Pada tahun ini, dari 22 dosen ITN yang terdiri dari delapan dosen Fakultas Teknologi Industri (FTI) dan 14 dosen dari Fakultas Teknik Sipil & Perencanaan (FTSP) diajukan oleh ITN dari tenaga pengajar menjadi asisten ahli. Di mana dalam prosesnya dilakukan secara online melalui aplikasi siladikti kopertis7.go.id.
Dari pemrosesan yang dilakukan oleh siladikti, jumlah dosen ITN Malang yang telah memiliki status selesai sebanyak tujuh dosen, penerbitan penilaian angka kredit (PAK) untuk kenaikan pangkat sebanyak tiga dosen, sedang dalam proses sebanyak tujuh dosen, revisi 3 dosen dan ditolak 2 dosen. (eri/sir/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top