Standar Profesionalitas Guru Diturunkan

 
MALANG - Secara nasional, saat ini Indonesia mengalami kekurangan sebanyak 200 ribu guru. Karena itulah, pemerintah mempermudah proses pendidikan profesi guru (PPG) demi menjaring lebih banyak guru bersertifikat profesional. Salah satunya dengan menurunkan standar minimal kelulusan peserta PPG. Kalau pada 2016 lalu nilai minimal ujian tulis adalah 80, tahun ini diturunkan jadi 76.
Dosen Universitas Pendidikan Indonesia (UPI), Prof. Tjuju Yuniarsih mengatakan, dengan acuan nilai tersebut banyak peserta yang bisa lulus. Sehingga kekurangan formasi guru secara nasional sekitar 200 ribu guru dapat terpenuhi. 
“Kekurangan itu menyebar di seluruh Indonesia, baik di kota, pedesaan dan daerah terpencil. Dalam rangka pengangkatan guru baru, PPG ini dilaksanakan untuk memenuhi pengangkatan guru bersertifikasi. Karena banyaknya guru yang pensiun,” ungkap Tjuju Yuniarsih yang menjadi pembicara dalam agenda pembukaan PPG di Unisma, Sabtu, (10/2/18).
Tjuju menuturkan, pemerintah akan segera menggelar pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) di tingkat pusat maupun daerah. Untuk mendapatkan guru profesional tersebut, sebanyak 22 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) ditetapkan menjadi tempat pelaksana sertifikasi guru. Saat ini, lanjutnya, baru 11 LPTK yang melaksanakan PPG. Sisanya akan dilaksanakan pada periode kedua.
“PPG ini bertujuan menyiapkan guru untuk mendapatkan sertifikat sebagai tenaga pendidik yang profesional. Dengan mengacu pada UUD No. 14 tahun 2005 yang mensyaratkan tenaga pendidik harus memiliki dua sertifikat, yaitu S1 dan sertifikat pendidik,” ujar Tjuju Yuniarsih kepada Malang Post.
Ia menjelaskan, PPG ini dilaksanakan dalam kurun waktu dua semester atau sekitar satu tahun lamanya. Untuk memperoleh sertifikasi kelulusan para peserta harus ikut PPG di kampus yang telah ditunjuk dan kemudian ikut UTN. 
“Barulah setelah lulus keduanya, mereka bisa menjalankan profesinya sebagai guru karena telah memiliki kualitas yang telah tersertifikasi,” terangnya.
Ia menambahakan, para peserta yang telah memiliki dua sertifikat, S1 dan lulus PPG nantinya bisa diangkat jadi guru. Dengan ketentuan pengangkatan guru yang menunggu formasi. Untuk PNS tinggal menunggu kemampuan pemerintah, sedangkan untuk yayasan tinggal nunggu formasi dan kemampuan yayasan tersebut.
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Unisma merupakan salah satu yang ditunjuk sebagai tempat pembekalan calon guru. Pada pelaksanaannya pendidikan profesi guru yang berjalan dua semester tersebut diikuti 26 guru dari seluruh Indonesia dengan program studi matematika.
“Ini suatu kebanggaan bagi Unisma, karena LPTK seluruh Indonesia ada 421, yang dipercaya hanya 45 LPTK. Salah satu diantaranya adalah FKIP Unisma,” ungkap Dekan FKIP Dr. Hasan Busri, M.Pd. 
Hasan mengatakan lebih lanjut, bahwa kualitas guru saat ini menjadi permasalahan. Sehingga sekarang untuk menjadi guru harus benar-benar profesional dan memiliki kompetensi melalui PPG ini. Apalagi yang menjadi tantangan dari LPTK yang menyelenggarakan PPG rata-rata peserta yang lulus sekitar empat orang dari 30-an peserta yang ikut. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

loading...