PPG di UM, Ketidaklulusan Capai 65 Persen

 
MALANG - Pemerintah menurunkan standar nilai kelulusan pada pelaksanaan Pendidikan Profesi Guru (PPG). Sejak 2017 lalu, kebijakan ini diberlakukan. Dari awalnya nilai minimal 80 menjadi 76. 
Ketua LP3 UM Dr. Sulton, M.Pd mengatakan, selama ini, prosentase ketidaklulusan peserta PPG memang cukup tinggi. Pada 2017 lalu, Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) UM meluluskan 65 persen dari 225 peserta yang ikut dalam PPG pra jabatan dari 13 prodi yang diusulkan. Sedangkan untuk PPG dalam jabatan pada tahun 2017 hanya ada 35 persen yang lulus dalam Ujian Tulis Nasional (UTN).
“Dari seluruh peserta yang mengikuti PPG tersebut, khususnya yang tidak lulus UTN mereka akan mengikuti ujian ulang maksimal dua kali. Sesuai aturan pemerintah, untuk memperoleh sertifikasi kelulusan, peserta harus ikut PPG di kampus yang telah ditunjuk dan kemudian ikut UTN,” ujar Sulton.
Dijelaskannya, UM menyelenggarakan dua macam PPG. Yakni pra jabatan yang diikuti lulusan S1 dan dalam jabatan yang diikuti para guru. PPG pra jabatan dilaksanakan dalam kurun waktu tiga bulan. Berbeda dengan PPG dalam jabatan yang harus menyelesaikan dua semester atau sekitar satu tahun lamanya.
Tahun ini, kuota yang akan diterima dalam PPG pra jabatan sebanyak 336 peserta. Sedang untuk PPG dalam jabatan masih akan diselenggarakan bulan April atau Mei depan yang diperkirakan ada 10 rombel dan terbagi menjadi tiga siklus. 
“Untuk jumlahnya kami masih belum tahu,” terangnya.
Sementara itu, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Dr. Poncojari Wahyono M.Kes menjelaskan bahwa tahun kemarin sebanyak 96 persen peserta lulus dalam program PPG pra jabatan untuk prodi PGSD dari total 35 peserta. Sedangkan untuk prodi Matematika sebanyak 20 persen dari 30 peserta yang lulus.
Menurutnya, untuk memperoleh sertifikasi PPG ini memang tidak gampang. Karena tingkat kualitas pendidikan di tanah air memiliki beberapa kendala yang harus diselesaikan. 
“Hadirnya program PPG diharapkan dapat mencetak calon pendidik yang bertanggung jawab pada tugasnya dan mampu memberantas masalah-masalah yang ada,” bebernya.
Tahun ini, sebanyak 22 LPTK yang telah ditetapkan menjadi tempat pelaksana sertifikasi guru. Untuk keseluruhan jumlah peserta yang dinyatakan lolos seleksi dan diterima untuk mengikuti Program PPG Prajabatan Bersubsisi Tahun 2017/2018 sebanyak 4.661. Dari jumlah tersebut dibagi menjadi dua kelompok Kelompok I berjumlah 1.000 peserta dengan awal kegiatan perkuliahan pada tanggal 16 Oktober 2017 dan Kelompok II berjumlah 3.661 awal kegiatan perkuliahan pada bulan Februari 2018. (eri/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :