magista scarpe da calcio Internet Lemot di Kedungkandang, Madrasah Belum 100 Persen UNBK


Internet Lemot di Kedungkandang, Madrasah Belum 100 Persen UNBK


MALANG - Madrasah di bawah Kantor Kemenag Kota Malang belum bisa 100 persen Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), tahun ini. Sebab, ada beberapa wilayah yang tidak disupport jaringan internet dengan baik. Seperti di Kedungkandang dan Buring.
“Belum bisa 100 persen UNBK, karena madrasah-madrasah yang berada di wilayah Kedungkandang dan Buring belum terjangkau jaringan internet,” ujar Humas Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) kota Malang M. Burhanudin SH kepada Malang Post kemarin.
Burhanudin menuturkan, Telkom memang menyediakan jaringan fiber, tapi belum masuk pada dua wilayah tersebut. Ini menjadi kendala tersendiri mengingat kota Malang telah menggencarkan UNBK 100%. Sehingga pihaknya membuat kebijakan bagi sekolah yang kesulitan jaringan internet harus bergabung dengan sekolah lain.
“Solusinya ya madrasah-madrasah ini harus digabung dengan sekolah lain,” imbuhnya.
Burhan, sapaan akrabnya menjelaskan, data terakhir, sebanyak 7 lembaga MTs dan dua MA yang masih numpang saat UNBK. Siswa dari lembaga tersebut akan diikutkan ujian di sekolah lain,” ujarnya.
Dalam hal persiapan sarana dan prasarana (sarpras), pihaknya mengaku seluruh madrasah siap 100%.
“InshaAllah, tahun 2019 kami targetkan seluruh madrasah dapat menyelenggarakan UNBK di sekolah masing-masing. Ini sedang diupayakan,” bebernya.
Ia menambahkan, selain persiapan sarpras dan jaringan internet, yang terpenting juga menyiapkan mental anak-anak dalam menghadapi UNBK nanti. Sehingga siswa membutuhkan pembekalan khusus agar nyaman dalam mengerjakan UNBK, jika diharuskan bergabung di sekolah lain.
“Mengerjakan ujian di sekolah lain jelas berpengaruh pada siswa. Bagaimanapun siswa yang menjalani ujian dan bergabung dengan sekolah lain akan menimbulkan beban bagi mereka. Mereka akan lebih nyaman mengerjakan UNBK di sekolahnya sendiri agar tidak merasa down,” ungkapnya.
Sementara itu, MTs Miftahul Ulum yang berlokasi di wilayah Kedungkandang juga merasakan hal yang sama soal jaringan internet pada pelaksanaan UNBK. Wilayah Kedungkandang dan Buring memang sering dikeluhkan minimnya jangkauan internet. Sehingga pihak sekolah memerlukan penambahan kapasitas jaringan internet agar lebih maksimal penggunaannya.
“Jika dibilang siap, jaringan internet siap. Hanya saja kami perlu menambah kapasitas jaringan internetnya agar tidak lemot. Di kawasan ini memang begitu, terlebih di wilayah Buring juga susah jaringannya,” tutur Kepala MTs Miftahul Ulum, Adi Suwito SAb.
Meski begitu, MTs Miftahul Ulum akan tetap menjalankan UNBK secara mandiri di sekolah. Jumlah peserta UNBK di MTs Miftahul Ulum tahun ini sebanyak 23 siswa. Sekolah juga telah menyediakan sebanyak 12 klien yang dilaksanakan dua sesi. Tahun lalu, pelaksanaan UNBK madrasah ini bergabung dengan MA Hamid Rusdi karena terkendala sarpras. Hal ini nyatanya berpengaruh pada mental siswa karena tidak nyaman mengerjakan ujian bergabung dengan sekolah lain.
“Ada pengaruhnya ke siswa, terlebih jika mereka dikondisikan di sekolah lain. Saat simulasi ujian, mereka lebih tenang mengerjakan di sekolah sendiri. Selain itu, pelaksanaan UNBK di sekolah sendiri akan membuat mereka merasa lebih bangga,” tutup pria yang baru satu tahun ini ditugaskan menjadi kepala sekolah. (mg3/oci)

Berita Terkait

Berita Lainnya :

Copyright © 2018 Malang Pos Cemerlang Goto Top